Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 27 Juli 2026
Wali Kota Rai Mantra Nostalgia "Mejukungan" Tangkil Ke Pura Sakenan
Sabtu, 3 Agustus 2019,
16:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Rahina Suci Kuningan yang jatuh setiap Saniscara Kliwon Wuku Kuningan ini memang merupakan hari besar agama Hindu yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Namun demikian, Hari Suci Kuningan juga merupakan hari piodalan di Pura Sakenan, Desa Serangan, Kota Denpasar.
[pilihan-redaksi]
Bagi sebagian besar masyarakat kota, khususnya para tetua sebelum pesatnya perkembangan mode transportasi saat ini, jalur laut baik berjalan kaki jika air surut dan menggunakan Jukung saat air pasang menjadi pilihan utama untuk tangkil ke Pura Sakenan saat nemoning Pujawali Rahina Suci Kuningan sebelum memasuki kisaran tahun 1990-an.
Bagi sebagian besar masyarakat kota, khususnya para tetua sebelum pesatnya perkembangan mode transportasi saat ini, jalur laut baik berjalan kaki jika air surut dan menggunakan Jukung saat air pasang menjadi pilihan utama untuk tangkil ke Pura Sakenan saat nemoning Pujawali Rahina Suci Kuningan sebelum memasuki kisaran tahun 1990-an.
Keindahan itulah yang membuat Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra serta OPD terkait ikut bernostalgia dengan menaiki Jukung untuk tangkil serangkaian Karya Eka Dasa Warsa Pengratep Pujawali Padudusan Agung Madulur Antuk Pamlehpeh Segara di Pura Sakenan yang mana Puncak Karya jatuh pada Rahina Suci Kuningan, Sabtu (3/8).
Sejak pagi hari sekira pukul 09.30 Wita, Walikota Rai Mantra bersama rombongan telah berkumpul di kawasan Pantai Mertasari. Dengan menggunakan dua buah Jukung/Boat rombongan bergerak menuju Pura Sakenan. Sekitar pukul 09.50 rombongan tiba tepat di kawasan Pura Sakenan.
Selanjutnya Walikota Rai Mantra bersama jajaran Pemkot Denpasar yang terdiri atas Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara serta Opd dan masyarakat turut melaksanakan persembahyangan bersama.
Diwawancarai terkait dengan Jukung Nostalgia ini Walikota Rai Mantra mengatakan bahwa hal ini sebagai upaya untuk memperkenalkan kembali bagaimana kebudayaan masyarakat Bali, khsusunya Kota Denpasar tempo dulu yang hendak tangkil ke Pura Sakenan. Dimana, hal ini memberikan semangat tersendiri bagi para pemedek selain juga memberikan kemudahaan untuk menuju akses Pura Sakenan, mejukungan juga dapat menjadi wahana trasnportasi sekaligus berwisata menuju Pura Sakenan.
“Memang kita tidak perlu berjalan jauh, karena dermaga sudah langsung di depan Pura Sakenan, ini merupakan kebiasaan indah masa lampau, saat ini kita bersama-sama melestarikan hal tersebut dan bernostalgia memperkenalkan bagaimana peradaban masyarakat Kota Denpasar sebelum berkembangnya moda transportasi saat ini,” paparnya.
[pilihan-redaksi2]
Sementara, Camat Denpasar Seletan, I Wayan Budha didampingi Perbekel Desa Sanur Kauh, I Wayan Ada menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua dermaga yang melayani masyarakat untuk bernostalgia majukungan saat hendak tangkil ke Pura Sakenan. Dua dermaga tersebut yakni Segara Kodang Pamelisan, Kelurahan Sesetan dan Pantai Mertasari Desa Sanur Kauh.
Sementara, Camat Denpasar Seletan, I Wayan Budha didampingi Perbekel Desa Sanur Kauh, I Wayan Ada menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua dermaga yang melayani masyarakat untuk bernostalgia majukungan saat hendak tangkil ke Pura Sakenan. Dua dermaga tersebut yakni Segara Kodang Pamelisan, Kelurahan Sesetan dan Pantai Mertasari Desa Sanur Kauh.
Lebih lanjut I Wayan Ada menambahkan bahwa dengan menggunakan Jukung masyarakat yang hendak tangkil ke Pura Sakenan dapat bernostalgia dengan menaiki mode transportasi laut yakni Jukung. Dimana, dengan merogoh kocek yang tergolong tidak mahal yakni Rp. 10 ribu, mulai pukul 10.00 Wita-13.00 Wita masyarakat dapat menyusuri lautan sepanjang 600 meter hingga di Pura Sakenan.
“Saya kira ini lebih efisien, selain untuk bernostalgia, tangkil ke Pura Sakenan menggunakan Jukung juga dapat menghemat waktu sekaligus berwisata bahari,” pungkasnya. (bbn/humasdenpasar/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
02
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1984 Kali
03
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1846 Kali
04
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1748 Kali
05
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1532 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026