Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kemenristekdikti Inisiasi Model Pengukuran Indeks Daya Saing Daerah yang Holistik
Sabtu, 24 Agustus 2019,
10:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe menjelaskan bahwa hingga saat ini masih terdapat kesenjangan daya saing daerah yang cukup besar antar provinsi dan antar kabupaten/kota.
[pilihan-redaksi]
Namun pihaknya belum memiliki instrumen yang disepakati sebagai alat ukur (tools) dalam memetakan tingkat kesenjangan daya saing masing-masing daerah. Untuk itu, Kemenristekdikti bersama Kemendagri mencoba menginisiasi penyusunan suatu model pengukuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang holistik dan memenuhi prinsip-prinsip dasar penentuan indeks. Instrumen IDSD ini telah diuji terap di 25 provinsi dan 158 kab/kota.
Namun pihaknya belum memiliki instrumen yang disepakati sebagai alat ukur (tools) dalam memetakan tingkat kesenjangan daya saing masing-masing daerah. Untuk itu, Kemenristekdikti bersama Kemendagri mencoba menginisiasi penyusunan suatu model pengukuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang holistik dan memenuhi prinsip-prinsip dasar penentuan indeks. Instrumen IDSD ini telah diuji terap di 25 provinsi dan 158 kab/kota.
“Saat ini IDSD dalam proses finalisasi dan selanjutnya akan dirumuskan kebijakannya sehingga dapat diluncurkan untuk diaplikasikan oleh pemangku kepentingan di daerah.” Jelas Jumain saat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) bertopik Pembenahan Kebijakan untuk Penguatan Ekosistem Inovasi dan Daya Saing Daerah, Sabtu (24/08) sebagai salah satu rangkaian kegiatan Hakteknas ke-24 yang dipusatkan di Bali.

Prof. Martani Huseini menerangkan bahwa Model Pengukuran IDSD terdiri dari 4 Aspek yaitu (1) Lingkungan Pendukung (Enabling Environment), (2) Pasar (Market), (3) Sumber Daya Manusia (Human Capital) dan (4) Ekosistem Inovasi (Innovation Ecosystem), yang tersusun dari 12 Dimensi dan 78 indikator. Model IDSD sendiri mengadopsi gabungan model Global Innovation Index - WEF, Global Innovation Index (GII) dan beberapa dimensi dan indikator disesuaikan dengan ketersediaan data di daerah.
“Hasil pemetaan IDSD akan menggambarkan level kekuatan dan kelemahan daya saing suatu daerah sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam menyusun program dan pembangunan daerah,” pungkas Martani.
Direktur Sistem Inovasi Ophirtus Sumule menerangkan pentingnya kelembagaan inovasi daerah (BPPD/BRID) sebagai mitra kerja perguruan tinggi, badan usaha, masyarakat dan lembaga penunjang inovasi (sentra kekayaan intelektual, lembaga intermediasi teknologi, organisasi profesi, dan inkubator teknologi) dalam memperkuat ekosistem inovasi di daerah.
UU No 11 tahun 2019 tentang Sinas Iptek mewajibkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk mengembangkan, memanfaatkan dan menggunakan hasil inovasi nasional serta kewajiban Pemerintah memberi insentif kepada Badan Usaha dalam bentuk jaminan pembelian produk inovasi tertentu dan/atau jaminan pencantuman produk inovasi dalam katalog elektronik pengadaan barang/jasa pemerintah.
“Sejalan dengan semangat otonomi daerah, peran kepemimpinan yang inovatif diperlukan untuk membangun ekosistem yang kondusif dan terintegrasi agar inovasi dapat berkembang dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan di daerah. Dari pemimpin yang inovatif akan lahir kebijakan yang inovatif pula sebagai syarat terbangunnya kolaborasi dan sinergi antaraktor inovasi yaitu pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, dan komunitas serta komponen bangsa lainnya,” ungkap Mohammad Noval.
Kegiatan FGD ini bertujuan untuk sharing ide dan pengalaman dari para pemangku kepentingan inovasi di daerah dalam rangka menghimpun berbagai substansi materi muatan untuk merumuskan harmonisasi dan sinkronisasi kebijakan berkenaan dengan penguatan ekosistem dan daya saing daerah ini hadiri oleh peserta yang berasal dari unsur Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah/BAPPEDALITBANG Daerah, Organisasi Perangkat Daerah, Lembaga Litbang Kementerian, Pemangku Kepentingan Inovasi, Perguruan Tinggi dan Lembaga Penunjang Inovasi.
[pilihan-redaksi2]
Hadir selaku keynote speaker adalah Dirjen Penguatan Inovasi Dr. Jumain Appe dan Kepala BPP Kemendagri Drs. Dodi Riyadmadji, MM. Panel diskusi terfokus ini juga menampilkan tiga narasumber, yakni: Prof. Martani Huseini dari UI membahas materi “Landasan Ilmiah Pilar dan Indikator Daya Saing Daerah sebagai Alat Intervensi Kebijakan Pembangunan di Daerah.”
Hadir selaku keynote speaker adalah Dirjen Penguatan Inovasi Dr. Jumain Appe dan Kepala BPP Kemendagri Drs. Dodi Riyadmadji, MM. Panel diskusi terfokus ini juga menampilkan tiga narasumber, yakni: Prof. Martani Huseini dari UI membahas materi “Landasan Ilmiah Pilar dan Indikator Daya Saing Daerah sebagai Alat Intervensi Kebijakan Pembangunan di Daerah.”
Direktur Sistem Inovasi Dr. Ir. Ophirtus Sumule mengurai “Pentingnya Kelembagaan Inovasi Daerah untuk Memperkuat Ekosistem Inovasi di Daerah; dan Kepala Bagian Perencanaan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri Mohammad Noval mengulas berbagai perspektif berkenaan dengan “Pembenahan Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Daerah”. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2598 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2252 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026