Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Teknologi Revolusi Industri 4.0 Melimpah Dipajang di Lapangan Puputan Renon
Selasa, 27 Agustus 2019,
22:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Sejumlah teknologi inovatif menyongsong era Revolusi Industri 4.0 dipamerkan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia di ajang Ritech Expo 2019.
[pilihan-redaksi]
Ajang tersebut merupakan rangkaian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 tahun 2019 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar.
Ajang tersebut merupakan rangkaian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 tahun 2019 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar.
“Kemenperin (Kementerian Perindustrian RI, red) pada kesempatan ini memamerkan hasil inovasi yang merupakan unggulan terbaru, yaitu inovasi terkait dengan Revousi Industri 4.0. Hasil (riset) yang terkait dengan konektivitas, misalnya teknologi yang bisa memungkinkan kita memantau mesin yang sedang berjalan di Bogor, tapi bisa dipantau di sini,” ujar Kepala BPPI Kemenperin RI, Ngakan Timur Antara, di lokasi pameran, Selasa (27/8) di Renon, Denpasar.
Teknologi yang tak kalah menarik yang dipamerkan dalam kesempatan tersebut adalah batik analyzer, suatu alat yang telah dipasangi Artificial Intelligence (kecerdasan buatan). Alat ini akan dapat mendeteksi keaslian batik. “Selain itu juga kita pamerkan alat yang bisa membuat air laut menjadi tawar. Ini kita harapkan dapat memberi manfaat karena masih banyak masyarakat di sekitar kita masih kesulitan air,” ucapnya.
Teknologi-teknologi yang dipamerkan diakui memang belum 100 persen buatan anak bangsa. Sebagian masih merupakan inovasi-inovasi orang asing. Meski demikian, ia menyatakan teknologi-teknologi ini telah diterapkan di industri-industri.
“Teknologi-teknologi ini sudah ada di sekitar kita, tinggal dipakai, dan bagaimana digunakan. Untuk itulah kita perlu guiding untuk menggunakan itu ke industri. Kita sudah siapkan, sudah kita latih 200 tenaga ahli untuk nantinya bisa diterjunkan dalam penggunaan,” katanya.
[pilihan-redaksi2]
Dalam bersaing di era Revolusi Industri 4.0, Dia menambahkan, sumber daya manusia (SDM) Indonesia memang perlu dipersiapkan secara serius. Menurut pengamatan pihaknya, sejatinya SDM Indonesia memiliki kecerdasan dan inovasi yang mumpuni. Hanya saja, memang perlu dilakukan pengarahan dan penyajian yang tepat.
Dalam bersaing di era Revolusi Industri 4.0, Dia menambahkan, sumber daya manusia (SDM) Indonesia memang perlu dipersiapkan secara serius. Menurut pengamatan pihaknya, sejatinya SDM Indonesia memiliki kecerdasan dan inovasi yang mumpuni. Hanya saja, memang perlu dilakukan pengarahan dan penyajian yang tepat.
“Hasil riset harus diteruskan menjadi produk-produk riil, bukan hanya berhenti di inovasi, tapi juga produksi dan komersialisasi. Tantangan tetap SDM, pemerintah sekarang memberi perhatian besar terhadap SDM. Inovasi tidak akan terjadi jika tidak ada kualitas SDM. Perlu diingat di Revolusi Industri 4.0 perubahan sangat cepat, sehingga SDM harus menyesuaikan. Riset yang lahir di kampus akan dilihat skalanya secara lebih matang,” tutupnya (bbn/aga/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026