Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Wawali Jaya Negara Ajak Pelestarian Seni Budaya Sejak Usia Dini
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik Kota Denpasar tahun 2019 telah berjalan sukses. Kegiatan tahunan seni tari dan tabuh yang digelar 8 hari ini ditutup secara resmi Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara yang pada kesempatan ini didampingi Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dengan menyerahkan penghargaan kepada 44 Sekaa Gong Kebyar dan Kesenian Klasik Tahun 2019.
[pilihan-redaksi]
Penyerahan penghargaan ini sekaligus menutup Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik yang juga dirangkaikan dengan peringatan hari Puputan Badung ke-113 yang dikemas dalam kegiatan Maha Bandana Prasadha 2019 dengan tema “Puputan Badung Diva Prabha Tandava” yang bermakna memuliakan taksu dengan semangat Puputan Badung, Sabtu malam (28/9) di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar.
Pada gelaran parade terakhir pada hari terakhir ini tampak menyedot perhatian penonton, dimana penampilan 2 Sekaa Gong Anak-anak yakni Sekaa Gong Kebyar TK Semara Kartika banjar Dualang, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara tampil dengan Sekaa Gong Kebyar anak-anak IGTKI Kumara Swara Pascima, Kecamatan Denpasar Barat mengundang decak kagum dan senyum penonton yang menyaksikannya.
Selain itu untuk Kesenian Klasik juga terdapat 2 sekaa yang beradu kebolehan yakni Sekaa Kesenian Klasik Angklung Arya Laksana, Banjar Laplap Arya Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur berhadapan dengan Sekaa Kesenian Klasik Semara Pegulingan Jatayu, Banjar Pondok Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara.
Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, mengatakan penguatan seni budaya telah menjadi komitmen Pemkot Denpasar dalam pemberdayaan dan pelestarian potensi seni budaya yang ada di perkotaan. “Pemberdayaan dilaksanakan mulai dari jenjang anak-anak dengan penguatan sejak dini yang nantinya diharapkan mencapai “taksu” atau jiwa berkesenian. Selain itu, ruang berkesenian wajib diberikan kepada para seniman untuk berekspresi,” ucapnya.
[pilihan-redaksi2]
Hal ini telah dilakukan Pemkot Denpasar dalam wadah yang ada, serta didukung dalam puncak berkesenian masyarakat pada Maha Bandana Prasada dan Denpasar Festival. Selain itu, juga penghargaan sebagai apresiasi pemerintah kepada para seniman menjadi peran penting kelanggengan pelestarian kebudayaan di Kota Denpasar.
Lebih lanjut Jaya Negara mengatakan dengan visi sebagai kota cerdas berwawasan budaya, tercermin melalui pelestarian seni budaya di Kota Denpasar. Salah satunya yang setiap tahunnya rutin digelar adalah parade gong kebyar.
"Melalui parade gong kebyar dan kesenian klasik bertujuan mencari bibit potensial seniman Kota Denpasar selain sebagai ajang melestarikan adat seni budaya khususnya kebudayaan tidak benda”, katanya. (bbn/humasdenpasar/rob)
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan