Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Dekranasda Bali Minta Perajin Jangan "Bunuh Diri" Ikut Memasarkan Tenun Bordir
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Dekranasda Putri Koster juga mewanti-wanti agar para perajin jangan malah ‘bunuh diri’ dengan ikut-ikutan gencar memasarkan tenun printing atau bordir.
[pilihan-redaksi]
Sejumlah perajin tenun ikat yang sempat ditanya beralasan karena kain tenun printing dan borbir belakangan memang lagi trend dan banyak diminati. Kondisi ini sangat mengkhawatirkannya, sebab lambat laun alat tenun cagcag akan makin terpinggirkan.
"Saat ini hanya tersisa tak lebih dari 10 alat cagcag. Jika kita tak peduli, bukan tidak mungkin alat tradisional warisan leluhur itu akan diklaim negara lain lalu mereka mengambil keuntungan dengan promosi kalau alat itu sudah berumur ratusan tahun," urainya.
Oleh sebab itu, Ny Putri Koster mengajak perajin untuk mengambil jalan tengah yaitu dengan tetap memasarkan produk printing atau bordir, namun menyarankan kepada konsumen kalau kain jenis itu hanya untuk bahan baju. “Kalau untuk kamen, tetap harus diarahkan membeli tenun ikat tradisional,” ajaknya.
Ia berharap, upaya pengembangan tenun ikat tradisional bisa berjalan beriringan dengan upaya pelestariannya.
Masih dalam arahannya, Ny Putri Koster kembali mempertegas komitmennya dalam upaya pelestarian dan pengembangan tenun ikat Bali. "Dekranasda itu ibarat sayap yang menerbangkan produk kerajinan dari berbagai bidang, khususnya dalam hal ini kain tenun," tambahnya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh komponen bahu membahu dalam upaya pelestarian dan pengembangan tenun ikat Bali. Menurutnya, sektor sandang belakangan memang berkembang pesat. Namun di balik pesatnya perkembangan tersebut, tenun ikat Bali menghadapi tantangan yang begitu pelik yaitu kemajuan teknologi yang mengakibatkan banyak motif songket atau endek diproduksi dengan teknik printing atau bordir.
"Karena harganya jauh lebih murah dengan tampilan yang menarik, kain printing dan bordir laku keras," tambahnya.
[pilihan-redaksi2]
Ny Putri Koster tak serta merta menyalahkan inovasi dalam produksi tenun lokal Bali. Menurutnya, dikaitkan dengan upaya pengembangan, inovasi adalah hal yang wajar.
"Nah, untuk tanggung jawab pelestarian, kita yang berpenghasilan lebih jangan ikut-ikutan berorientasi pada harga murah. Yuk, kita ambil bagian dalam upaya pelestarian tenun ikat yang masih dibuat secara tradisional," ucapnya.
Menurut Ny Putri Koster, perajin juga memegang peranan penting dalam upaya pelestarian tenun ikat yang masih dikerjakan secara tradisional seperti ATBM dan cagcag.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan