Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Susuri Mangrove, Alternatif Wisata di Akhir Pekan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bagi masyarakat Denpasar dan sekitarnya yang ingin menikmati suasana alam yang berbeda, dengan waktu yang terbatas, dan juga harga tiket yang murah, belum lengkap rasanya jika belum mengunjungi wisata susuri mangrove.
[pilihan-redaksi]
Lokasinya persis berada di tepi pantai hutan bakau pintu istuari DAM, dan termasuk dalam wilayah Desa pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, tidak terlalu jauh dari pusat perkotaan, namun mempunyai pilihan wisata yang menarik.
Dengan Harga tiket 1 kano Rp. 25.000 dan bisa ditumpangi 2 orang, anda sudah bisa menyusuri Hutan Mangrove yang berada di wilayah Kota Denpasar ini, Tapi jika anda yang malas mendayung, bisa juga menaiki perahu yang bisa membawa kita beramai-ramai untuk menyusuri Hutan Mangrove ini.
Dikelola oleh Kelompok Nelayan Segara Guna Batu Lumbang, tempat wisata ini awalnya pada tahun 2009 hanya mempunyai 15 kano ini, sekarang sudah mempunyai 55 kano berkat animo masyarakat yang meningkat tiap tahunnya.
Walaupun sarana yang tersedia belum sangat memadai, Kelompok ini tidak mengizinkan jika ada pihak swasta yang ingin mengelola tempat ini dengan iming-iming menjadikan kawasan ini menjadi tempat wisata yang lebih baik, karena di sisi lain, tempat ini adalah kawasan Tahura (Taman Hutan Raya) yang harus dijaga kelestariannya.
Selain bisa menyusuri hutan Mangroove dengan kano, di tempat ini pengunjung juga dianjurkan untuk mengambil sampah-sampah yang ada di sepanjang perjalanan susur Mangrove dengan menggunakan dayung yang tersedia supaya kawasan Tahura ini tetap terjaga kebersihannya.
Walaupun animo masyarakat yang meningkat tiap tahunnya, namun tempat wisata ini belum mempunyai papan penunjuk untuk bisa mencapai ke lokasi, pengunjung hanya bermodalkan informasi melalui media sosial ataupun lewat kerabat.
Wayan Kona selaku ketua Kelompok Nelayan Segara Guna Batu Lumbang mengatakan jika kelompoknya belum berani untuk membuat papan lokasi tempat wisata karena masih terkendala izin legalitas oleh Dinas Kehutanan selaku pemilik Tahura.
[pilihan-redaksi2]
“Kami sudah mendapat legalitas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, namun kami masih terkendala izin dari Dinas Kehutanan selaku pemilik kawasan Tahura, kami masih terus melakukan kajian-kajian untuk nantinya dapat dijadikan banding kepada Dinas Kehutanan supaya legalitas izin kawasan wisata bisa didapatkan,” Ujar Pak Kona beberapa waktu lalu.
Harapannya, tempat wisata ini bisa mendapat izin resmi sebagai tempat wisata, selain itu Kona juga berharap aktivitas yang deilakukan kelompok ini, bisa berpengaruh kepada masyarakat dan mempunyai dampak yang positif juga.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3772 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1712 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang