Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Plastik Pasca Konsumsi Masih Punya Nilai Bisnis
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Triyono Prijosoesilo, Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia mengatakan bahwa kemasan plastik pasca konsumsi dapat ‘dimanfaatkan kembali’ atau menyulapnya agar memiliki nilai bisnis sehingga dapat tercipta sebuah ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
"Mungkin sirkular ekonomi tersebut bisa menjadi salah satu opsi yang dapat diambil oleh Pemerintah atau masyarakat untuk bagaimana mengolah sampah plastik tersebut nantinya," jelasnya di Sanur, Jumat (18/10/2019).
Selain itu, Coca Cola sendiri memiliki komitmen besar agar bagaimana dapat mengelola sampah plastik kemasan pakai untuk dapat diolah kembali. Entah itu menjadi produk jadi lagi atau produk-produk lainnya. "Itu yang kami lihat sangat perlu dilakukan mulai saat ini," ujarnya.
Terkait dengan hal tersebut, Coca-Cola Indonesia dalam memberi pemahaman baru melalui "Plastic Reborn 1.0", Coca-Cola telah berhasil mengedukasi lebih dari 4.300 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan juga memfasilitasi pengumpulan kemasan plastik pasca konsumsi di lebih dari 100 titik sekolah dan Universitas di kawasan Jakarta dan Bekasi yang kemudian telah dikelola dan diproses menjadi tas serbaguna bernilai komersial.
"Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dari Coca Cola, pada tahun 2019 ini Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) bersama Ancora Foundation telah meluncurkan ‘Plastic Reborn 2.0’ yaitu sebuah lanjutan dari program kolaborasi yang menggandeng startup di bidang pengolahan sampah untuk membangun “marketplace” agar mendorong terbangunnya ekosistem ekonomi sirkular," paparnya.
Hal ini yang menjadi kerangka utama dari ‘Plastic Reborn 2.0’– sebuah program kolaborasi dari para Startup penggiat sampah yang akan bersinergi untuk membangun “marketplace” yang lebih efisien untuk sistem persampahan dan daur ulang.
"Plasctic Reborn 2.0’ berorientasi pada penggunaan teknologi, dengan pendekatan unik akselerasi bisnis berbasis kemasan plastik pasca konsumsi," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1977 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun