Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Sukses di KLU, Teknologi Irigasi Tetes Direplikasi di Lahan Kering Lombok
BERITABALI.COM, NTB.
Lahan pertanian jagung yang diairi dengan teknologi irigasi tetes atau drip irrigation di Kabupaten Lombok Utara (KLU), setelah diterapkan ternyata berhasil melipat gandakan produktivitas jagung di tanah kering daerah tersebut.
[pilihan-redaksi]
Jagung yang tadinya hanya bisa dipanen sekali setahun, dengan hadirnya 'drip Irrigation' kini bisa panen minimal tiga kali setahun. Dengan hasil tiga bahkan empat kali lipat tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bertekad mereplikasi terobosan dengan teknologi irigasi tetes ini di tanah-tanah kering lainnya di seluruh pulau Lombok dan Sumbawa.
"Terobosan ini sudah dimulai dari Kabupaten Lombok Utara. Kita akan mereplikasi teknologi ini di daerah kering lainnya di seluruh Lombok dan Sumbawa," kata Gubernur NTB, Doktor H Zulkiflimansyah, usai peninjauan lapangan 'Sinkronisasi Percepatan Industrialisasi Pertanian' di Desa Akar-akar Kecamatan Bayan, KLU, Kamis (7/11).
Di KLU di sesi Temu Petani Mitra, Gubernur Zul menyaksikan langsung bagaimana perkembangan yang berhasil disuguhkan oleh tumbuhnya industrialisasi di sektor pertanian dengan teknologi irigasi tetes ini.
"Hari ini saya menyaksikan di Lombok Utara, tanah yang tadinya gersang dan kering, kini hijau siap dipanen," ujar Gubernur Zul.
Yang meyakini kesinambungan penanaman akan memungkinkan ketersediaan bahan baku untuk pakan ternak. Yang kemudian memajukan peternakan dan juga industri makanan di NTB. Tentang industrialisasi pertanian kaitannya dengan pengangguran dan kemiskinan, gubernur menegaskan akan bisa dikurangi. Sebab industrialisasi memungkinkan hadirnya peningkatan produktivitas.
Komoditas yang tumbuh dari tanah-tanah di NTB, bisa menghasilkan nilai tambah berlipat ganda berkat industrialisasi. Konsep industrialisasi yang dimaksud di sini, tidak harus selalu berupa hadirnya teknologi yang rumit atau berupa mesin-mesin besar. Melainkan teknologi sederhana yang bisa mengolah hasil pertanian di NTB menjadi aneka produk olahan. Yang juga pastinya membutuhkan tambahan tenaga kerja.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan