Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kasus Penyakit Ginjal pada Anak Meningkat, Ini 4 Kiat Mencegahnya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) memanfaatkan momen Hari Kesehatan Nasional dengan berbagi informasi dan pengalaman melalui edukasi kepada ratusan pelajar SMK Negeri 57 Jakarta.
[pilihan-redaksi]
Ketua umum KPCDI, Tony Samosir mengatakan, anak-anak atau remaja yang masih berusia muda, artinya mereka yang belum mengalami penyakit ginjal perlu menerapkan pola atau kebiasaan hidup yang baik supaya mencegah penyakit ginjal di masa depan.
“Usia remaja sedari awal harus mengenali gejala penyakit ginjal agar kita bisa mencegahnya sejak dini,” kata Tony dalam diskusi bertajuk “Kenali Gejala Penyakit Ginjal” yang digelar oleh KPCDI bersama Fresenius Medical Care, di aula SMKN 57 Jakarta, Selasa (12/11).
Diskusi menghadirkan dokter ahli Subspesialis Nefrologi Anak, dr. Cahyani Gita Ambarsari, Sp.A(K). Dalam paparannya, dokter yang bekerja di RSCM itu memberikan empat hal penting yang perlu diterapkan bagi remaja demi mencegah penyakit ginjal.
Pertama, konsumsi makanan bergizi. Menurutnya, anak-anak muda perlu banyak makan-makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein dalam jumlah yang seimbang, dengan jumlah vitamin dan mineral yang cukup.
“Mohon menghindari makan-makanan yang tinggi garam, junk food atau fast food, seperti misalnya merek-merek yang populer atau restoran-restoran yang cepat saji. Jadi sebaiknya makan-makanan yang dimasak di rumah yang kira-kira kadar minyak itu lebih sedikit,” katanya.
Kiat kedua, minum dalam jumlah yang cukup yaitu 8 gelas per hari minimum untuk orang dewasa normal, artinya berat badan kurang lebih 50 kg. Gita menyebut 8 gelas per hari itu sebaiknya mayoritas air putih tapi di luar itu boleh juga air yang lain, misalnya teh, susu, sari buah atau kuah dari makanan.
“Tapi ingat, minimun 8 gelas sehari itu dengan dominannya adalah air putih. Kalau bisa air putih semua 8 gelas sehari itu jauh lebih baik,” imbuhnya.
Ketiga, olah raga teratur. Usia remaja harus membiasakan diri untuk melakukan aktivitas fisik minimum setiap satu minggu ada 2 kali ada aktivitas fisik atau olahraga secara reguler. Kalau 1 minggu sekali tampaknya kurang.
“Jadi ini akan baik sekali untuk mencegah hipertensi dan meningkatkan fungsi jantung,” ujarnya.
Kiat ke empat, menghindari konsumsi obat-obatan atau suplementasi yang tidak diperlukan tanpa rekomendasi dari dokter. Pasalnya, ini akan bersifat berat atau racun untuk fungsi ginjal.
“Karena metabolisme obat adalah di ginjal dan juga di hati,” katanya.
Gita memberikan kasus pravalensi penyakit ginjal pada usia anak-anak di RSCM. Berdasarkan kajiannya, di RSCM untuk kejadian penyakit ginjal anak sangat meningkat. Meningkatnya bagaimana? Kata Gita, secara kasar, mungkin sekitar 10 tahun lalu, di poliklinik ginjal anak RSCM umumnya jumlah pasien anak per hari itu antara 20- 30. Sementara, sejak tahun 2018, jumlah pasiennya per harinya bisa mencapai 50- 70.
“Ini jumlahnya meningkat, bahkan lebih dari 2 kali lipat dibandingkan dengan jumlah 10 tahun lalu,” katanya.
Sekali lagi, Gita mewanti-wanti agar kaum remaja menerapkan empat kiat, yakni makan-makanan bergizi, minum air putih dalam jumlah yang cukup, aktivitas fisik yang teratur dan hindari konsumsi obat-obatan/ suplementasi atau jamu-jamu tanpa rekomendasi dari dokter.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5925 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan