Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kejari Klungkung Minta PDAM Gunakan Anggaran Sesuai Ketentuan
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung, Otto Sompotan memperingatkan PDAM Tirta Mahottama Klungkung agar menggunakan anggaran di PDAM untuk kepentingan masyarakat.
[pilihan-redaksi]
"Jika anggarannya untuk memasang pipa, silahkan dipasang pipanya, sepanjang sesuai ketentuan dan kepentingan masyarakat,” kata Otto disela-sela kegiatan MOU PDAM Tirta Mahottama dengan Kejari Klungkung di Aula Kejari, Rabu (20/11) seraya meminta Direktur PDAM Tirta Mahottama Klungkung, I Nyoman Renin Suyasa untuk jangan menyimpan uang di PDAM, nanti dimakan rayap.
Kepala Kejari Klungkung, Otto Sompotan juga memberikan catatan kepada PDAM Klungkung bahwa adanya MOU ini bukan berarti PDAM Klungkung bisa melakukan pelanggaran. Justru kehadiran Kejaksaan di PDAM untuk mengatur sesuai aturan. "Kalau ada yang bandel kasik tahu kami, kami akan jewer," ujar Otto.
Mendengar hal itu, Direktur PDAM Tirta Mahottama Klungkung, I Nyoman Renin Suyasa menyatakan dengan ada kerjasama ini, pihaknya meyakini kesalahan hukum di PDAM Klungkung bisa ditekan, mengingat PDAM berfungsi untuk memberikan pelayanan ke masyarakat dalam bidang pelayanan air minum.
Reporter: bbn/klk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2724 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun