Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Tahun 2020, Anggaran Pitra Yadnya Gratis Dinaikkan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Wabup Kembang Hartawan menghadiri Upacara Pitra Yadnya Lan Panyekahan Kinembulan "Praja Kerti" bertempat di Bangsal Pura Dalem Candikusuma Sabtu (30/11).
Turut dalam acara tersebut, Anggota DPRD Jembrana dari dapil Melaya, PHDI Jembrana, Dan ribuan masyarakat kecamatan Melaya yang mengikuti prosesi tersebut.
Pada kesempatan tersebut Bupati Artha menyampaikan bahwa upacara pitra yadnya massal sudah merupakan tradisi bagi masyarakat Jembrana. Menurutnya selain menjadi tempat simakrama, upacara pitra yadnya massal bisa memutar roda perekonomian masyarakat sekitar tempat upacara. Dan untuk meringankan beban masyarakat Jembrana, di tahun 2019 Pemkab Jembrana melaksanakan upacara pitra yadnya massal gratis di 5 kecamatan se Kabupaten Jembrana yang salah satunya di Desa Candikusuma Kecamatan Melaya.
“Di tiap kecamatan tersebut Pemkab mengucurkan dana masing - masing Rp 200 juta dengan harapan peserta upacara tidak dikenakan biaya alias gratis. Dan di tahun 2020, atas permintaan masyarakat dan hasil evaluasi, Pemkab Jembrana menaikkan anggaran menjadi Rp 250 juta di tiap tiap kecamatan diharapkan kenaikan anggaran tersebut dapat mengcover semua kebutuhan dan tentunya gratis tanpa pungutan bagi peserta” ucap Artha.
Selain itu Artha juga menghimbau bagi masyarakat yang mengikuti prosesi agar tetap menjaga kebersihan areal upacara. Artha juga berpesan agar dalam pelaksanaan upacara tersebut tidak menggunakan bahan dari plastik sekali pakai.
“Sesuai dengan instruksi dari Bapak Gubernur melalui Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Harapannya pada upacara ini, tidak menggunakan plastik sekali pakai,” ucapnya.
Sementara itu Ketua Panitia Upacara Pitra Yadnya Lan Panyekahan Kinembulan "Praja Kerti", I Made Master dalam laporannya mengatakan terdapat 10 peserta yang mngikuti prosesi memungkah, dan 44 peserta prosesi nyekah.
“Semuanya berasal dari 13 desa adat ke kecamatan melaya. Dan prosesi sudah berlangsung dari 18 November dan berakhir pada 2 Desember 2019. Semua biaya berasal dari dana Pemkab Jembrana sebesar Rp 200 juta,” Kata Master.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan