Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pengerjaan Proyek Pasar Amlapura Barat Senilai Rp.14,05 M Molor Terancam Sanksi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Kapolres Karangasem AKBP. Ni Nyoman Suwartini meninjau proyek pembangunan Pasar Amlapura Barat, Kamis (12/12/2019).
Kedatangan Bupati Mas Sumatri tersebut untuk melihat sudah sejauh mana progres pembangunan proyek dengan anggaran Dana APBD Kabupaten Karangasem (Dana Insentif Daerah) senilai Rp. 14,05 Miliar tersebut.
Setelah sempat berkeliling dan melihat-lihat, proyek yang dilaksanakan oleh PT Adi Murti tersebut dinilai pengerjaannya sangat lambat. Mas Sumatri semakin dibuat kecewa dengan penjelasan rekanan yang dianggap berbelit-belit atas penyebab keterlamabatan tersebut.
Mas Sumatri berpendapat, ketika tender sudah dimenangkan oleh rekanan bersangkutan itu artinya rekanan sudah sanggup untuk menyelesaikan sesuai dengan batas waktu atau jadwal yang telah ditentukan sehingga tidak ada alasan lagi bagi rekanan untuk berdalih atas keterlambatan pengerjaan proyek tersebut.
“Ini harus selesai sesuai jadwal, jika tidak selesai ya tentu kami akan memberikan sanksi tegas bagi rekanan yang melaksanakan proyek ini,” kata Bupati Mas Sumatri.
Dengan nilai tender yang tidak sedikit, Bupati Mas Sumatri meminta konsultan pengawas agar benar-benar melakukan pengawasan proyek tersebut, bahkan ia juga meminta agar awak media ikut serta mengawasi kualitas proyek agar sesuai dengan rancangan.
Sementara itu, terkait dengan progres pembangunan proyek tersebut, pihak PT. Adi Murti sebut keterlambatan pengerjaan proyek diperkirakan mencapai 20 persen.
"Keterlambatan ini dikarenakan relokasi pedagang yang berlangsung sekitar 2 mingguan, sehingga menyita waktu untuk dimulainya pengerjaan proyek," ungkap Restu Adi deri Pihak PT. adi Murti.
Selain lambatnya relokasi pedagang, adanya penambahan volume galian dari diperkiraan awal hanya 300 meterkubik menjadi 1.500 meterkubik juga menjadi salah satu faktor keterlambatan progres proyek tersebut.
Meski demikian, dengan sisa waktu yang ada pihaknya mengaku akan tetap berupaya untuk menyelesaikan proyek tersebut, jika tidak terkejar pihaknya juga akan mengajukan penambahan waktu pengerjaan kepada Pemkab Karangasem.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan