Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Mentan Yasin Limpo Janjikan Bibit Jagung dan Padi untuk 2.000 Ha Lahan di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tiba di rumah Bupati, kedatangan Menteri Pertanian telah ditunggu oleh puluhan petani dan kelompok ternak yang berasal dari sejumlah wilayah Kabupaten Karangasem.
[pilihan-redaksi]
Dalam pertemuan di Jro Subagan, Menteri Syahrul Yasim Limpo mengajak agar para pertani Karangasem bangkit. Pihaknya siap membantu asal petani juga punya semangat dan tekad untuk maju.
"Kita siap bantu, misalnya jika bisa menyediakan lahan hingga 2.000 hektar kita siapkan bibitnya, bibit jagung dan padi," ujarnya.
Ia juga menyarankan agar para petani dan peternak bisa memanfaatkan KUR. Dimana dana KUR saat ini disiapkan sebesar Rp.50 Triliun untuk seluruh Indonesia.
Sementara itu Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa, Kabupaten Karangasem merupakan kabupatan yang berada di wilayah paling ujung timur Pulau Bali yang juga merupakan kepalanya atau huluning Bali.
Karangasem sampai saat ini memang masih dikenal sebagai kabupaten termiskin di Bali, daerah rawan bencana dan yang lainnya. Namun demikian Karangasem memiliki potensi yang luar biasa. Saat ini Karangasem telah berupaya berbenah.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1980 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun