Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Agus Kama, Melompat dari Fotografi ke Karya Seni Bermedia Kawat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Agus Kama Loedin, seorang seniman yang melompat dan mengekpresikan seninya dari menekuni bidang fotografi, beralih ke seni dengan media yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yakni media seni baru tersebut berupa kawat.
[pilihan-redaksi]
Beberapa karya dari 31 karya yang dipajang di Griya Santrian Gallery, Sanur, Denpasar terlihat likak-likuk dan warna-warni kawat saling mengikat satu dengan lainnya. Dengan proses perwujudan seni yang terlihat detail, serta dengan penuh ketelitian dalam setiap lekuk-lekuk kawat-kawat yang terlihat telah berwujud karya seni.
"Perpindahan ini hanya kenyataan alam saja, karena saya merasa tidak mampu bertanding di digital. Karena, saya sendiri merupakan analoh," jelas Agus Kama Loedin, Kamis (9/1) di Sanur, Denpasar sembari menambahkan perpindahan ini memang pilihan saja untuk mengekpresikan seni.
"Jika ngomong ekonomi lebih mahal dari pada digital. Ini merupakan pilihan, jadi tidak bisa saya jawab. Ya, dalam perjalaan saya tunjukan saja," katanya.
Adapun total karya yang telah dilahirkan sebayak 31 karya dengan media kawat. Beberapa judul karya tersebut seperti Abhaya mudra, Witarkhamudra, Dharma cakra mudra, Moksa, Reinkarnasi, Stupa dan beberapa karya lainnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3893 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2858 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2043 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1997 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1805 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun