Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Identitas Mayat Membusuk di Lereng Gunung Agung Belum Terungkap
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tiga hari telah berlalu setelah ditemukannya sosok mayat tanpa busana dengan kondisi membusuk di kawasan hutan lereng Gunung Agung, Banjar Dinas Bhuana Kerta, Desa Bhuana Giri, Bebandem, Karangasem, pada Selasa (11/02/2020) lalu.
[pilihan-redaksi]
Namun hingga kini pihak kepolisian nampaknya masih kesulitan untuk mengungkap identitas dari mayat yang ditemukan dalam kondisi telah tidak utuh tersebut.
Kapolsek Bebandem, AKP. I Wayan Sukarita dikonfirmasi Kamis (13/02/2020) mengakui bahwa sampai saat ini identitas jenazah tersebut memang masih belum diketahui.
"Sementara sampai hari ini identitasnya belum diketahui, kita masih terus melakukan penyelidikan," terang Sukarita.
Ia juga mengatakan, pihak kepolisian kini terus berupaya untuk melakukan penyelidikan dengan mencari informasi turun ke masyrakat meski sejauh ini belum ada laporan kehilangan anggota keluarga yang masuk ke Polsek Bebandem.
Selain itu, proses otopsi juga telah dilakukan di RSUP Sanglah terhadap jenazah tersebut hanya saja, Sukarita mengaku hingga dikonfirmasi siang ini pihaknya belum mengetahui hasil otopsi tersebut lantaran hasilnya belum dikirim.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun