Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
BI: Semakin Cepat Atasi Covid-19, Dampak Ekonomi Akan Cepat Teratasi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kendati belum pulih seluruhnya, kondisi pasar keuangan mulai berangsur membaik dikarenakan kekhawatiran pelaku pasar keuangan dan investor terhadap perkembangan covid-19 di berbagai negara menurun.
Hal ini tercermin dari VIX (indikator volatilitas pasar keuangan global di AS). Sebelum pandemi, VIX berada di angka 18,8 dan saat ini berada pada tingkat 43,3 setelah sempat mencapai angka puncak 82,2 di tengah pandemi covid-19. Perbaikan pasar global tersebut terjadi seiring langkah kebijakan yang dilakukan berbagai negara, baik pelonggaran moneter maupun stimulus fiskal serta tingkat kenaikan kasus covid-19 yang berangsur menurun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho melansir pernyataan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Senin (13/4) di Renon, Denpasar mengatakan di Indonesia, semakin cepat kita dapat mengatasi covid-19, semakin cepat pula dampak ekonomi akan teratasi. Termasuk pemberlakuan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) oleh pemerintah diharapkan akan menekan penyebaran covid-19.
Dengan mekanisme pasar yang dinamis, pergerakan nilai Rupiah juga stabil dan cenderung menguat ke arah Rp15.000 di akhir tahun. Ini menunjukkan keyakinan pasar terhadap langkah-langkah kebijakan yang ditempuh oleh Pemerintah, Bank Indonesia, OJK dan LPS dalam penanganan covid–19.
"Kami(Bank Indonesia) juga optimis cadangan devisa akan meningkat mendekati USD125 miliar pada akhir April 2020 dari sebelumnya sebesar USD121 miliar di akhir Maret 2020. Hal tersebut dikarenakan penerbitan global bond senilai USD4,3 miliar oleh Pemerintah. Jumlah cadangan devisa lebih dari cukup untuk pembiayaan impor, pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan untuk melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah," paparnya.
Kerja sama repurchase agreement line (repo line) dengan Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) senilai USD60 miliar telah siap untuk sewaktu-waktu digunakan. Kerjasama dimaksud telah siap secara administrasi dan teknis untuk digunakan sewaktu-waktu menambah kebutuhan likuiditas dolar AS, meskipun tidak akan menambah cadangan devisa.
"Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) kepada Indonesia dalam mengelola ekonomi dan prospek ekonomi Indonesia ke depan," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2298 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan