Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Sektor Pariwisata Akan Alami Perubahan Tren Usai Pandemi Covid-19
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sektor pariwisata dunia akan mengalami perubahan tren setelah pamdemi Covid-19 berakhir. Destinasi- destinasi wisata disiapkan dengan mengedepankan prinsip sustainable tourism, termasuk di dalamnya soal kesehatan dan keamanan.
[pilihan-redaksi]
Hal ini dikemukakan Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Ni Wayan Giri Adnyani saat diskusi virtual dengan tema Industry Roundtable Tourism and Hospitality Industry Perspective, Jakarta, Jumat (24/4/2020).
“Kami akan menyiapkan destinasi sesuai dengan kondisi new normal. Destinasi wisata disiapkan dengan mengedepankan prinsip sustainable tourism, termasuk di dalamnya soal kesehatan dan keamanan,” katanya.
Pandemi Covid-19 melanda hampir 200 negara, termasuk Indonesia, dan telah membawa perubahan dunia, termasuk di sektor pariwisata. Usai pandemi, tren berwisata diperkirakan akan mengalami perubahan.
Ni Wayan Giri menambahkan, pemerintah membagi tiga tahapan dalam penanganan Covid-19, yakni masa tanggap darurat, pemulihan, dan normalisasi. Pemerintah juga telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat Covid-19.
“Realokasi akan diarahkan untuk berbagai macam program yang sifatnya dukungan pada masa tanggap darurat untuk membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Di forum ini, kami juga minta untuk bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi situasi saat ini," katanya.
Pada kesempatan tersebut hadir sebagai narasumber Founder & Chairman MarkPlus, Inc, Hermawan Kartajaya, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, serta Ketua GIPI Bali Ida Bagus Okanentru Agung Partha.
Hemawan mengatakan, sektor pariwisata adalah sektor paling terdampak pandemi dan memiliki imbas kepada sektor lain.
"Sekarang semua sadar ketika pariwisata stop, ekonomi juga stop. Semua baru sadar bahwa pariwisata adalah tulang punggung ekonomi. Covid-19 ini menarik, karena pariwisata tak akan pernah sama lagi,” kata Hermawan.
Menurutnya, walau diterpa Covid-19, Bali menjadi contoh bagus dalam mengkombinasikan “God, people, nature” dalam sektor pariwisata. Ia memprediksi, setelah Covid-19 akan semakin banyak wisatawan yang menuntut pariwisata tidak hanya dari segi harga, tetapi juga keberlangsungan lingkungan di destinasi tujuan.
Mereka ingin destinasi berkualitas dengan alam dan keamanan lebih baik, sistem mitigasi, di mana bisa terjadi dengan menggabungkan ketiga unsur tersebut.
"Kalau bicara bertahan atau surviving, itu sudah pasti. Sekarang tinggal bicara preparing atau mempersiapkan ketika wisatawan kembali setelah Covid-19. Bali jadi contoh dan punya ketahanan. Nusa Tenggara Barat juga sekarang sedang preparing, karena melihat potensi di masa depan. Seperti yang sudah saya katakan, daerah-daerah tersebut sadar bahwa pariwisata adalah penggerak ekonomi," kata Hermawan.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan