Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
67 Tenaga Medis NTB Positif Covid-19 Menulari Keluarganya
BERITABALI.COM, NTB.
Sebanyak 67 tenaga kesehatan (nakes) di propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terkonfirmasi positif Covid-19. Tumbangnya puluhan nakes ini, menyusul semakin meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 di NTB.
[pilihan-redaksi]
Alat Pengaman Diri (APD) level 2 yang digunakan tenaga kesehatan NTB, tetap tidak mampu melindungi dari resiko terkontaminasi Covid-19. Adapun 67 nakes positif Covid-19 ini terdiri dari delapan orang dokter, 54 orang tenaga medis, tiga orang Apoteker, Radiologi dan tenaga gizi masing-masing satu orang. 67 nakes positif Covid-19 ini tersebar di tujuh rumah sakit serta satu Puskesmas yang ada di NTB.
Yang memprihatinkan lagi, virus Covid-19 ini juga menulari keluarga para nakes. Kadis Kesehatan Propinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi dalam jumpa pers di Ruang Gubernur NTB, Rabu (27/5) mengatakan, menurunnya imunitas paramedis selama bekerja menangani pasien positif Covid-19, menjadi penyebab utama tumbangnya 67 nakes.
"Awal Februari tenaga kesehatan kita sudah mulai bekerja. Sampai pertengahan Maret ditemukan kasus. Kita bekerja sampai tidak tahu jam, tidak tahu hari," tandas dokter Eka.
Dijelaskan, bulan Mei pertengahan, satu per satu nakes NTB mulai bertumbangan. Lebih kurang satu bulan nakes yang positif Covid-19 akhirnya tidak bisa bekerja.
"Jika satu saja dari anggota regu tumbang, maka semua dalam satu regu itu harus di-off-kan. Jadi inilah yang dihadapi rumah sakit saat ini," ujar dokter Eka prihatin.
Dan 67 nakes yang kemudian disebut Klaster Nakes ini, sudah menulari virus Covid-19 ke keluarga mereka. Sekalipun nakes NTB dalam kondisi memprihatinkan, Kadis Kesehatan menjelaskan tetap mengupas pelayanan maksimal pada masyarakat. Faktor ini pula menjadi pertimbangan, nama rumah sakit tempat para nakes bekerja tidak dimunculkan.
Pasalnya, stigma dalam masyarakat sudah terlanjur menganggap Covid-19 itu adalah 'aib'. Sehingga dikhawatirkan masyarakat jadi tidak terbuka, dan enggan memeriksakan diri ketika diketahui ada gejala Covid-19. Sementara itu Direktur RSUP Propinsi NTB, dr Lalu Hamzi Fikri dalam jumpa pers ini mengatakan, pada para nakes yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19, dilakukan tracing contack. Dan semua nakes positif ini parawatan dan isolasinya dikonsentrasikan di Asrama Haji di Jalan Lingkar Mataram.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan