Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Aset Alokasi, Strategi Investasi di Masa Krisis
Lestari Way Eps# 1
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tahun-tahun terakhir, Indonesia kian akrab dengan krisis, bahkan kali ini pun, Pandemi Covid-19 membawa kita pada cara hidup baru di tengah berbagai perubahan yang masif. Suka atau tidak, ini adalah kondisi yang harus dihadapi oleh siapapun kita tak terkecuali pengusaha.
[pilihan-redaksi]
Majalah Money&I mencoba turut berada di tengah-tengah perubahan ini, dengan menjembatani sejumlah pemikiran solutif sebagai alternatif wacana atas berbagai persoalan yang ada, salah satunya dengan menghadirkan program baru bertajuk Lestari Way yang digagas oleh Alex Purnadi Chandra selaku pendiri BPR Lestari sekaligus pembicara.
“Acara ini bertujuan untuk memberikan referensi ke para Lestarian, yakni karyawan yang merupakan keluarga besar di BPR Lestari Group yang saat ini berjumlah 700an orang, juga kepada extended family BPR Lestari dalam hal ini nasabah, serta semua orang yang memiliki keinginan untuk belajar soal business and wealth creation,” ujar banker yang sudah lebih dari 28 tahun berkarir ini soal konsep Lestari Way.
Program yang sepenuhnya didukung oleh BPR Lestari ini memang selaras dengan mission statement BPR no 2 terbesar nasional ini, yakni Empowering Entrepreneur, Financial Planning for Everyone serta Make an Impact, langkah nyata untuk turut menjadi bagian dari terciptanya perubahan baik di lingkungan sekitar.
Pada episode perdana tanggal 26 Mei lalu, topik yang diangkat adalah “Aset Alokasi, Strategi Investasi di Masa Krisis”. Di mana Alex P Chandra memaparkan secara detil modeling arus keuangan khususnya untuk personal. Dimulai dari pemaparan 3 jenis income, sampai pembahasan soal 4 jenis aset.
“Ada 3 jenis penghasilan yang bisa diperoleh seseorang, yakni active income, passive income dan capital gain. Yang bisa dialokasikan pada 4 aset investasi, yakni Cash Researve, Capital Market, Business dan Property,” ujar peraih Marketeers Champions dari MarkPlus ini.
Seseorang harusnya punya lebih dari 1 jenis source income, termasuk income pasif yang bisa diperoleh dari investasi. Data menyebutkan bahwa 70% eksekutif justru bangkrut ketika pensiun, karena hanya memperoleh pendapatan dari satu sumber saja tanpa memiliki aset investasi. Kalaupun memiliki aset investasi, maka penting untuk memahami bahwa instrumen itu memberikan pemasukan. Jika tidak ada pemasukan, dan hanya mengeluarkan biaya, maka investasi itu tak lagi masuk kategori aset, namun liabilities.
“Selama ini, banyak masyarakat yang berpikir bahwa semua investasi adalah aset, padahal justru mengeluarkan biaya tanpa ada pemasukan. Bisnis yang merugi atau membeli tanah yang tidak menghasilkan, bukanlah aset, tapi liabilities,” jawab Alex P Chandra dalam sesi tanya jawab.
Pendiri BPR Lestari ini pun kemudian menutup presentasinya dengan mengatakan, “rumus untuk mencapai kesejahteraan, adalah mengumpulkan aset, sebaliknya menjadi miskin, dengan mengumpulkan liabilities.”
Program Lestari Way akan hadir melalui IG Live setiap hari Selasa jam 19.00 WITA juga bisa diakses melalui Youtube Channel BPR Lestari dan Podcast channel Brand Indie, serial edutaiment untuk merek lokal belajar soal bisnis dan investasi, baik di kanal Youtube ataupun Spotify. Jangan lewatkan episode kedua yang akan Live pada tanggal 2 Juni 2020 pada jam yang sama.
#EmpoweringEntrepreneur #Moneyandi #Magazine #Business #Entrepreneur #Investment #Investasi #AssetClass #AssetAllocation #Wealth #WealthCreation #PasarModal #StockMarket #Property #Saving
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4657 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan