Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pembukaan Obyek Wisata Bali Tunggu Hari Baik, Ini Rencananya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Propinsi Bali berencana akan menghidupkan lagi industri pariwisata dengan membuka obyek-obyek wisata di Bali. Pembukaan masih menunggu hari baik dan akan dilakukan secara bertahap.
[pilihan-redaksi]
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa, di Denpasar, Rabu 24 Juni 2020. Menurut Astawa, pembukaan obyek wisata di Bali masih menunggu intruksi dari Gubernur Bali Wayan Koster.
"Kita masih menunggu intruksi dan kebijakan Gubernur, karena beliau juga memperhatikan hari baik, karena di Bali kita sangat percaya adanya kehidupan "Sekala" dan "Niskala" (alam nyata dan tidak nyata atau gaib)," ujarnya.
Meski masih menunggu hari baik, namun pemerintah Propinsi Bali sudah mempunyai rencana untuk pembukaan obyek wisata di Bali.
"Beliau (gubernur) tentukan hari baik yakni 9 Juli akan dibuka untuk skala lokalan Bali, kemudian Agustus jika kajian memungkinkan akan lanjut ke tahap untuk wisatawan domestik, dan September akan lanjut untuk wisatawan internasional. Itu tahapan-tahapan rencana pembukan pariwsata Bali di era new normal," jelas Astawa.
Sebelum itu semua dilakukan, lanjut Astawa, pihak Dinas Pariwisata Bali akan melakukan verifikasi terhadap hotel-hotel, restauran, hingga obyek wisata yang ada di Bali. Verifikasi akan difokuskan pada pemenuhan syarat telah menjalankan protokol kesehatan Covid-19.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan