Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Ekonomi Bali Triwulan II Minus 10,98%
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perekonomian Bali pada triwulan II tahun 2020 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp.54,43 triliun.
[pilihan-redaksi]
Hal ini terungkap dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Rabu (5/7/2020) di Denpasar.
Sementara dalam hitungan atas dasar harga konstan (ADHK) tahun 2010, PDRB Bali tercatat sebesar Rp.35,86 triliun. Dengan besaran tersebut, ekonomi Bali pada triwulan II 2020 tercatat tumbuh negatif (menyusut atau terkontraksi) -7,22 persen, jika dibandingkan capaian triwulan I-2020 (q-to-q).
Sedangkan jika dibandingkan dengan capaian triwulan yang sama tahun sebelumnya (y-on-y), ekonomi Bali triwulan II-2020 mencatatkan angka pertumbuhan negatif yang lebih dalam, yaitu sebesar -10,98 persen. Sampai dengan triwulan II-2020, secara struktur produksi Lapangan Usaha Kategori I (Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum) masih mendominasi perekonomian Bali dengan besaran nilai tambah Rp.9,40 triliun, atau 17,27 persen dari total PDRB Bali.
Kontributor terbesar kedua adalah produksi Lapangan Usaha Kategori A (Pertanian, Kehutanan dan Perikanan) dengan sumbangan nilai tambah Rp. 8,54 triliun (15,68 persen), kemudian disusul oleh Kategori F (Konstruksi) yang nilai tambahnya tercatat sebesar Rp.5,93 triliun (10,90 persen). Pergeseran terjadi pada 2 kontributor terbesar selanjutnya.
Jika pada triwulan sebelumnya Kategori H (Transportasi dan Pergudangan) menempati urutan terbesar keempat, pada triwulan II-2020 kategori ini tergeser turun dan menempati urutan ketujuh. Kategori G (Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor) dengan besaran nilai tambah Rp.5,17 triliun (9,50 persen) adalah yang menggantikannya berada pada posisi keempat, diikuti Kategori C (Industri Pengolahan) sebesar Rp.3,53 triliun (6,49 persen) pada posisi kelima. Pada triwulan sebelumnya Kategori C (Industri Pengolahan) berada pada urutan keenam.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5885 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2585 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan