Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dispar NTB Revalidasi Standar Geopark Rinjani oleh UNESCO
BERITABALI.COM, NTB.
Kawasan Gunung Rinjani di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah tercatat sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) dan menjadi kebanggaan provinsi ini.
[pilihan-redaksi]
Namun, revalidasi atau pembuktian kembali standar Geopark Gunung Rinjani oleh UNESCO dinilai penting untuk dilakukan. Pasalnya, validasi Geopark sudah dilakukan tiga tahun lalu. Perubahan situasi dan kondisi yang mungkin terjadi dalam kurun waktu tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Lalu Mohammad Faozal menjelaskan, kebutuhan revalidasi UNESCO tahun 2021 yang wajib dipenuhi. Antara lain, pemenuhan rekomendasi UNESCO, penguatan situs geopark dalam hal ini terkait aksesibilitas, visibilitas, dan amenitas.
Penguatan kajian dan edukasi, penguatan jaringan dan kelembagaan. Penguatan Pokja dan ekonomi masyarakat, serta penguatan konservasi alam dan budaya.
"Yang paling penting hari ini adalah, kita melakukan sesegera mungkin revalidasi terhadap apa-apa yang menjadi standar Geopark kita ketika masuk menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp) ini," sorot Faozal, pada rapat virtual bersama pengurus Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), di ruang kerja Wakil Gubernur NTB, Kamis (6/8).
Arah pengembangan Geopark Rinjani juga menjadi perhatian Dispar NTB. Pengembangan tersebut berupa Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Gunung Rinjani dan sekitarnya sebagai destinasi wisata alam. Dengan keragaman sumber daya geologis, kekhasan dan keunikan budaya serta kekayaan sumber daya alam dan hayati secara berkelanjutan.
Kata Faozal, pengembangan juga harus berbasis pada budaya serta pemberdayaan masyarakat. Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, Ir Madani Mukarom menyampaikan saat ini ada enam pengelola kawasan Rinjani. Keenam lembaga pengelola ini bahkan sudah memiliki rencana kerja yang telah disahkan Kementerian Lingkungan Hidup selama 10 tahun.
"Dari rencana pengelolaan jangka panjang itu sudah ada rencana-rencana action dari teman-teman pengelola," jelas Madani.
Pihaknya menyebutkan pola tata hutan, rencana pengelolaan, rehabilitasi dan reklamasi serta pemanfaatan dari kawasan menjadi aktivitas rencana jangka panjang rekanan pengelola di kawasan TNGR.
Kepala Balai TNGR, Dedy Asriady menyatakan komitmen penuh dan pihaknya menyadari bahwa Rinjani telah menjadi salah satu bagian penting mendukung program pembangunan di provinsi NTB.
"Dukungan pemerintah dan stakeholder terhadap keberadaan gunung Rinjani khususnya Geopark dan cagar biosfer sangat nyata, program dan implementasi dukungannya," tegas Dedy Asriady.
Sementara Wakil Gubernur NTB, Dr Sitti Rohmi Djalillah kepada pengurus TNGR serta pemangku terkait, agar optimal dalam mengelola Rinjani. Dengan Rinjani di pulau Lombok dan Gunung Tambora di pulau Sumbawa, NTB berhasil menunjukkan keeksotisan alamnya di kancah internasional.
Reporter: Humas NTB
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan