Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Museum Gedong Kirtya Dijadikan Pusat Penelitian Lontar Kuno
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng berupaya mempertahankan warisan budaya yang yang dilakukan secara sinergi dengan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja.
Rencananya melalui kerjasama ini, Museum Gedong Kirtya akan dijadikan pusat penelitian lontar-lontar kuno serta sebagai rujukan para pemikir di Bali hingga di dunia.
Hal tersebut terungkap saat penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan antara Pemkab Buleleng dengan STAHN Mpu Kuturan Singaraja, mengambil tempat di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Kamis (3/9).
Usai melakukan penandatanganan, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST mengatakan momentum ini memiliki keterkaitan yang erat dengan upaya Pemkab Buleleng dalam mempertahankan budaya dan tradisi leluhur yang ada di Buleleng. Keberadaan STAHN Mpu Kuturan ini juga patut dibanggakan, karena nantinya juga akan membantu dalam melestarikan unsur keagamaan, baik itu di lingkungan masyarakat ataupun dunia pendidikan di Buleleng.
“Kebetulan STAHN Mpu Kuturan ini pijakannya agama dan budaya dan tentu terdapat disiplin keilmuan yang menyesuaikan dengan budaya kekinian. Sehingga sangat relevan dalam hal upaya kita menjadikan Gedong Kirtya menjadi pusat penelitian lontar,” ujarnya.
Sejalan dengan hal itu, Pemkab Buleleng telah melakukan pendekatan-pendekatan dengan keluarga Ibunda Soekarno yakni Ibu Nyoman Rai Srimben untuk melakukan restorasi kediamannya. Rumah Nyoman Rai Srimben nantinya akan dijadikan cagar budaya di Buleleng. Namun karena terkendala dengan situasi pandemi yang masih terjadi hingga saat ini, implementasinya akan dilakukan tahun depan.
“Kita akan coba menggali satu persatu pelajaran dan peninggalan leluhur kita untuk mempertahankan warisan beliau,” imbuh Bupati Agus Suradnyana.
Sementara, Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Gede Suwindia, S.Ag., M.A. menjelaskan usai penandatanganan nota kesepahaman ini, selanjutnya pihak STAHN Mpu Kuturan akan melanjutkan pada proses pembuatan Perjanjian Kerjasama (PKS) di Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng.
STAHN Mpu Kuturan juga akan melaksanakan kegiatan yang melibatkan masyarakat, salah satunya dalam hal pendidikan keagamaan. Hal itu ditujukan untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat khususnya di Bali Utara ini.
“Seperti kata Bapak Bupati, kita punya kearifan lokal yang harus diterjemahkan ulang dari perspektif masyarakat kekinian. Lontar ini bukan barang kuno yang tidak bernilai, justru harus kita gali nilai-nilainya untuk konteks kehidupan kekinian,” pungkasnya.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan