Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pemkab Buleleng Perpanjang Masa "Work From Home"
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng memutuskan untuk memperpanjang masa bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) untuk pegawai untuk menurunkan laju kasus COVID-19 yang masih tinggi.
Data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Buleleng menyebutkan, kasus terkonfirmasi baru yang tercatat pada Jumat, 2 Oktober 2020 berjumlah 8 orang. Secara kumulatif kasus terkonfirmasi positif berjumlah 857 kasus.
Sementara untuk pasien sembuh yang baru tercatat 5 orang. Dan secara kumulatif, pasien sembuh sejumlah 758 orang. Kini ada 58 orang yang masih menjalani perawatan di Buleleng, seorang dirawat di RS PTN Unud, dan seorang lainnya dirawat di RS Sanglah Denpasar. Sedangkan untuk kasus kematian dengan status terkonfirmasi positif kini sudah mencapai angka 39 orang.
Wakil Bupati Buleleng dr I Nyoman Sutjidra membenarkan jika Pemkab Buleleng memperpanjang masa bekerja di rumah atau work from home. Hal itu dilakukan karena peningkatan kasus terkonfirmasi positif covid di Kabupaten Buleleng masih cukup tinggi. Bahkan dalam sepekan penambahan berada di atas angka 10 kasus.
“Kami juga akan terus melakukan sosialisasi dan sidak ke masyarakat. supaya kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan makin baik. Seperti penggunaan masker, mencuci tangan, maupun menjaga jarak,” katanya Jumat, 2 Oktober 2020.
Sutjidra juga tidak menampik jika penambahan kasus terkonfirmasi juga terjadi di kalangan tenaga kesehatan. Sehingga kedepan, Pemerintah akan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi tenaga kesehatan. Sehingga kasus penularan pada tenaga kesehatan dapat ditekan. Data Gugus Tugas Buleleng, sekitar 75 orang tenaga kesehatan telah dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. Bahkan seorang diantaranya dinyatakan meninggal dunia pada akhir Agustus lalu.
Menurutnya, perlindungan pada tenaga kesehatan itu mutlak dilakukan. Sehingga pelayanan kesehatan tak sampai lumpuh. Bila jumlah nakes yang terinfeksi covid kian banyak, tak menutup kemungkinan pelayanan kesehatan akan lumpuh.
“Makanya kami berusaha berikan perlindungan yang memadai. Baju hazmat itu harus siap sedia. Dokter yang harus bersentuhan dengan pasien seperti dokter gigi, dokter mata, dokter THT, termasuk dokter kandungan harus mengikuti protokol yang telah ditetapkan masing-masing organisasi profesi,” pungkasnya. [NOV]
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan