Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ini Tantangan Pengembangan Vaksin Covid-19 di Indonesia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dalam dialog yang disiarkan dari Graha BNPB, Jakarta pada Selasa lalu, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengungkap beberapa tantangan yang harus dihadapi para peneliti untuk mengembangkan vaksin COVID-19 di Indonesia.
Bambang mengatakan bahwa tantangan pertama adalah riset vaksin COVID-19 saat ini berbeda dari penelitian vaksin biasanya.
"Riset vaksin COVID-19 saat ini di luar pakemnya, di luar kebiasaannya," kata Bambang dikutip dari Liputan6.com, Kamis (29/10/2020). "Karena biasanya, riset terkait vaksin itu memakan waktu yang sangat lama."
Ia mencontohkan, beberapa penyakit seperti HIV, Ebola, dan Zika, hingga saat ini belum ada vaksinnya.
"Karena upaya mencari vaksin ini memang waktunya pendek, maka hambatannya memang ini kita menggunakan sel, jadi ini suatu bentuk kehidupan. Jadi untuk mempercepat kadang-kadang ada hambatan karena namanya juga makhluk hidup."
Selain itu, Bambang juga mengatakan bahwa beberapa bahan yang dibutuhkan dalam proses pengembangan vaksin COVID-19 juga masih impor.
"Contohnya sel mamalianya, bahkan hewan untuk uji coba pun itu harus kita impor juga. Jadi kadang-kadang proses impor termasuk impor reagen, ini yang kadang-kadang bisa menunda aktivitas penelitian," ujarnya.
Dalam dialog tersebut, Bambang juga mengungkapkan bahwa di bulan Oktober ini, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman telah mempersiapkan pengujian Vaksin Merah Putih atau vaksin COVID-19 buatan dalam negeri, untuk dilakukan pada hewan.
Bambang berharap agar pengujian tersebut dapat diselesaikan akhir tahun 2020 dan mendapatkan hasil yang memuaskan.
"Setelah akhir tahun, bibit vaksin yang sudah kita anggap teruji pada hewan atau sel mamalia tersebut akan diserahkan kepada Bio Farma, sebagai pihak yang nantinya akan melakukan produksi skala kecil, terutama untuk keperluan uji klinis," Bambang menambahkan.
Bambang menegaskan bahwa semua tahapan proses pembuatan vaksin termasuk tiga tahap uji klinis akan diikuti.
"Tentunya nanti BPOM yang akan memutuskan apakah vaksin ini sudah bisa dipergunakan secara massal atau tidak," tutupnya
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan