Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Buleleng Jalin Kerja Sama dengan IHGMA Pasarkan Buah Lokal
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng semakin menunjukan keseriusannya dalam meningkatkan dan memperluas pasar buah lokal Buleleng.
Sebelumnya, Pemkab Buleleng menjalin kerjasama dengan Pemkab Badung, terkait pemasaran buah lokal di hotel-hotel di wilayah Kabupaten Badung yang menjadi tempat menginap wisatawan. Kali ini, Pemkab Buleleng kembali akan melakukan kerjasama dengan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali.
Hal ini terlihat saat Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST bertemu dengan anggota IHGMA, Jumat (20/11). Pertemuan ini membahas tentang Kerja sama pemberdayaan hasil pangan dari Kabupaten Buleleng agar bisa diserap di Industri Perhotelan khususnya hotel yang tergabung dalam IHGMA Bali.
Selain itu, kerjasama ini juga untuk meningkatkan mutu dan keahlian SDM pariwisata Kabupaten Buleleng melalui lembaga pendidikan vokasi.
Ketua Bidang Hukum, Legal, Perijinan dan Hubungan Pemerintahan Agung Suddha mengatakan, nantinya IHGMA akan membuatkan sistem dan perencanaan untuk mempermudah pemasaran pangan di Hotel-hotel. Selain itu,
"Ada 160 anggota kami yang siap untuk kerjasama ini. Kedepannya akan ada pertemuan untuk membahas lebih dalam lagi terkait kerjasama ini," Jelasnya.
Ia menambahkan, bukan hanya buah lokal yang siap diserap, namun kedepannya pihaknya juga akan menyerap hasil pertanian lainnya seperti beras, dan juga olahan makanan.
"Kita mulai dari yang sederhana dulu, seperti buah mangga, buah anggur, atau buah-buahan lain. Untuk pangan yang lain, nanti Dinas terkait bisa bekerjasama dengan kami, dan kami akan buatkan sistem cara pemesanan, pengiriman, harga produknya dan kualitas produknya," Imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST mengatakan, Saat ini yang paling penting kita harus menghitung supply (pasokan) dan demand (permintaan). Jika sudah ada permintaan, Pemerintah dan petani akan mengatur pasokan yang ada. Ia menambahkan, penyediaan buah dimulai dari pembibitan dan pemeliharaan.
"Teknologi pertanian organik memang penting, namun lebih penting lagi ketika hasil pertanian tersebut ada yang menyerap," ucap Bupati Suradnyana.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5890 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2231 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan