Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bupati Buleleng Dukung Penuh Program Sekolah Penggerak Kemendikbud
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kabupaten Buleleng menjadi salah satu dari dua kabupaten/kota di Bali yang terpilih untuk menjalankan program Sekolah Penggerak yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mendukung penuh program ini. Sekaligus mengucapkan terima kasih atas terpilihnya Kabupaten Buleleng menjadi salah satu kabupaten yang akan menjalankan program sekolah penggerak tahun ajaran 2021-2024.
"Siap menjalankan program sekolah penggerak dalam upaya mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah untuk mewujudkan visi indonesia maju," ucapnya usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman penyelenggaraan program Sekolah Penggerak di Kantor Bupati Buleleng, Selasa (12/1/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Agus Suradnyana berkomitmen untuk menyediakan anggaran daerah. Khususnya untuk penyelenggaraan program Sekolah Penggerak di wilayah yang dipimpinnya.
Seperti diketahui untuk di Provinsi Bali sendiri program sekolah penggerak hanya ada di dua Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Buleleng dan Kota Denpasar. Dengan demikian dirinya juga berkomitmen untuk tidak melakukan mutasi bagi kepala sekolah dan tenaga pendidik selama program Sekolah Penggerak berlangsung.
"Semoga sekolah penggerak yang terpilih dapat menginspirasi sekolah lainnya untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat" jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Made Astika menyebutkan, berdasarkan rencana strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Renstra Kemendikbud) 2020-2024, bahwa salah satu agenda pembangunan pendidikan adalah peningkatan dan pemerataan mutu layanan pendidikan melalui program sekolah penggerak.
Program sekolah penggerak merupakan program yang bertujuan menciptakan sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar Pancasila.
Dengan fokus kepada kompetensi kognitif (literasi dan numerasi), serta non-kognitif (karakter) yang diawali dengan peningkatan pada kapasitas guru, kepala sekolah, dan pengawas.
"Kita bersama LPMP sudah melakukan sosialisasi, dan program ini diikuti oleh semua sekolah yang ada di Kabupaten Buleleng khusus sekolah SD dan SMP," sebutnya.
Selain memberikan sosialisasi sesuai arahan dari Kemendikbud RI berdasarkan beberapa pertimbangan. Termasuk kesanggupan dan komitmen pemerintah daerah. Maka program Sekolah Penggerak akan dilaksanakan secara bertahap dan mulai tahun 2021.
Untuk tahun ini akan dilaksanakan di 34 provinsi, 110 Kabupaten/Kota dan 2.500 satuan Pendidikan yang mencakup jenjang pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA serta SLB. Program Sekolah Penggerak akan dilaksanakan dengan lima intervensi yang saling terkait.
Intervensi tersebut yaitu pendampingan konsultatif dan asimetris, penguatan SDM sekolah, pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Termasuk perencanaan berbasis data dan digitalisasi sekolah.
Menurutnya program sekolah penggerak ini sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah yaitu mampu meningkatkan kompetensi SDM sekolah.
"Mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah Menjadi daerah rujukan praktik baik dalam pembangunan sekolah penggerak serta memberikan efek multiplier dari sekolah penggerak ke sekolah lainnya, dan peluang mendapatkan penghargaan sebagai daerah penggerak pendidikan," pungkas Astika.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan