Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Truk Angkut 7 Ton Makanan Ringan Terguling di Kerambitan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Truk pengangkut makanan ringan seberat 7 ton terguling di Jembatan Penyalin, Kecamatan Kerambitan pada Sabtu, (16/1).
Kecelakaan tersebut tidak menelan korban jiwa, hanya supir dan kondektur yang mengalami luka dan sudah mendapatkan perawatan di Badan Rumah Sakit Umum Daerah (BRSUD) Tabanan.
Informasi yang berhasil dihimpun, truk jenis Mitsubishi Fuso P-9610-UV datang dari arah selatan menuju utara atau dari Gilimanuk menuju Denpasar. Setibanya di lokasi yang merupakan jalan turunan tajam dan menikung ke kiri, tiba- tiba rem truk ini tidak berfungsi.
Truk pun melaju cukup kencang, kemudian truk oleng selanjutnya miring ke kiri hingga terguling pada saat memasuki jembatan Yeh Nu, Penyalin. Muatannya pun tumpah di utara jembatan.
Sementara itu, pengemudi truk Maksum, (46) asal Banyuwangi mengalami luka robek pada lutut kiri, siku kiri, luka lecet lutut kanan, punggung tangan kanan. Dalam keadaan sadar dirawat di BRSUD Tabanan. Kondekturnya, Jaelani (61) asal Banyuwangi juga mengalami luka lecet.
“Kerugian akibat kejadian ini sekitar Rp 10 juta,”kata Kasubag Humas Polres Tabanan IPTU I Nyoman Subagia, Sabtu (16/1).
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun