Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Tabanan Zona Merah, Satgas Lakukan Rapid Test Antigen Acak
BERITABALI.COM, TABANAN.
Tingginya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang menyebabkan Tabanan tetap berada di zona Merah penyebaran Covid-19, membuat tim yustisi menggandeng Dinas Kesehatan melakukan rapid test antigen secara sampling pengunjung sebuah rumah makan dan toko yang menjual perlengkapan bayi serta susu.
Hasilnya semua negatif. Tim Yustisi juga akan melakukan hal serupa di lokasi kerumunan lainnya. Ketua tim yustisi Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Kasatpol PP Tabanan I Wayan Sarba menyebutkan, kasus penyebaran Covid-19 di Tabanan masih sangat tinggi.
Pihaknya berusaha mencari tahu dimana sumber penyebaran Covid-19 tersebut terutama kerumunan. Untuk itu, pihaknya melakukan rapid test antigen kepada pengunjung dan karyawan sebuah restoran yang lagi digandrungi masyarakat Tabanan dan sebuah toko yang menjual perlengkapan bayi serta susu yang banyak dikunjungi masyarakat.
“Di masing-masing lokasi kami mengambil 37 sampel pegawai dan pengunjung dan hasilnya semua negatif Covid-19,” ungkap Sarba, Minggu (17/1).
Hal ini menunjukkan lokasi kerumunan seperti itu, belum menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Tabanan terutama di kota Tabanan. Namun begitu pihaknya kembali akan melakukan rapid test antigen secara acak di dua lokasi kerumunan di wilayah Kota Tabanan untuk memastikan tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Tabanan.
“Kami akan lakukan lagi di dua lokasi kerumunan di wilayah kota Tabanan,” ujarnya.
Namun demikian, hasil rapid test antigen di dua lokasi kerumunan menjadi perhatian pihaknya. Pasalnya, selama ini diduga kerumuman seperti itu bisa menjadi lokasi penyebaran Covid-19, namun nyatanya tidak. Kemungkian adanya klaster lain terutama klaster adat termasuk di desa-desa akan menjadi atensi khusus pihaknya.
“Kalau nanti ternyata di dua lokasi tersebut juga negatif, maka pihaknya akan atensi kegiatan adat termasuk sampai ke desa,” tegasnya.
Sementara itu dari data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan sampai Minggu (17/1), ada penambahan kasus positif sebanyak 42 orang sehingga total kasus Covid-19 di Tabanan menjadi 2612 orang. Selain itu, ada 32 orang dinyatakan sembuh sehingga total pasien sembuh sebanyak 2260 dalam perawatan dan isolasi sebanyak 282 orang serta 70 orang meninggal. Petugas Satgas Kesehatan masih terus melakukan tracing, testing dan treatment dengan masih tinggi kasus penyebaran Covid-19 di Tabanan.
“Kasus penyebaran masih sangat tinggi, saya imbau seluruh masyarakat tetap disiplin terapkan Protokol kesehatan. Tanpa itu upaya mencegah penyebaran tidak bisa dilakukan. Kami mohon kesadaran seluruh masyarakat Tabanan,” ujar juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan I Putu Dian Setiawan.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan