Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Gara-gara Bule Viral di Bali, Warganet Indonesia dan Malaysia Bersatu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Viralnya seorang WNA dengan nama akun Twitter Gray, yang mengaku sebagai perempuan asal Amerika Serikat keturunan Afrika telah tinggal di Bali selama satu tahun terakhir, berkicau soal enaknya tinggal di Bali membuat sejumlah warganet Indonesia satu suara dengan Malaysia.
Penyebabnya, ternyata tidak jauh dengan Indonesia, sejumlah warganet yang mengaku berasal dari Malaysia menuturkan hal serupa.
Akun Twitter @shandya mencuitkan, dalam hal gentrifikasi, antara Indonesia dan Malaysia selalu menjadi korban.
"Malaysian Indonesian, Getting tired of westerner gentrifications," tulisnya.
Hal ini buntut dari adanya seorang WNA yang tinggal melebihi batas visa di Bali. Bukannya memperpanjang visa atau kembali ke negaranya, ia malah membagikan trik agar bisa hidup "murah" di Bali dan bahkan tidak perlu membayar visa.
Hal ini tentu memancing amarah warganet di Indonesia, pasalnya hal ini tentu merugikan Indonesia. Senada dengan Indonesia, warganet Malaysia menganggap para turis atau WNA seringkali menyebabkan gentrifikasi di dalam negara.
Sebelumnya, seorang WNA dengan nama akun @kristentootie atau Jristen Gray yang merupakan seorang penyuka sesama jenis menuliskan pengalamannya menuju Bali bersama pacarnyasetelah kehilangan pekerjaan pada 2019.
Di Pulau Dewata, awalnya ia hanya mencoba untuk tinggal selama enam bulan untuk bekerja sebagai desain grafis. Namun, wabah Covid-19 membuat mereka tertahan di pulau dewata.
Ia lantas mengiklaim ke sejumlah media sosial mereka bahwa tinggal di Bali biayanya murah. Ia membandingkan, biaya menyewa rumah di Bali hanya USD 400 (sekitar Rp5,6 juta).
Harga ini tentu jauh lebih murah dengan saat mereka menyewa apartemen studio di LA yang mencapai USD 1.300 atau sekitar Rp18,3 juta.
Ia juga mengaku senang karena bisa menjalani hidup yang aman, biaya hidup rendah, gaya hidup mewah, ramah dengan LGBT, dan ada komunitas kulit hitam di Bali.
Melalui utasnya itu, ia juga mempromosikan ebook Our Bali Life is Yours yang ia buat untuk orang asing yang ingin seperti dirinya dengan harga USD 30 atau sekitar Rp400 ribu.
Cuitan Gray tentu saja bisa menimbulkan masalah baru di Bali. Ia mengaku memiliki agen visa khusus dan tahu cara bisa masuk Indonesia saat wabah. Padahal saat ini, Indonesia sedang menutup pintu untuk warga negara asing.
Cuitannya lantas viral hingga memancing amarah warganet di Twitter. Terlebih WNA tersebut secara terang-terangan mengajak WNA lainnya untuk "hijrah" ke Bali dengan melanggar hukum.
Warganet juga mempertanyakan apakah Gray membayar visa atau pajak ke Pemerintah Indonesia.
"Pajaknya jalan gak ya? Hebat banget setahun di Bali gak bayar pajak, mentang2 biaya hidupnya murah. How bout her visa? Lucu banget deh, jadi keenakan lama2 ya," tulis @osbounre.
Usai viral, Suara.com memantau saat ini akun twitter @Kristen.Gray dinonaktifkan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan