Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Yayasan Tamiang Bali Mandiri Laksanakan Panen Ikan Lele dan Sayur Dengan Sistem Bioflok dan Hidroponik
beritabali.com/ist/Yayasan Tamiang Bali Mandiri Laksanakan Panen Ikan Lele dan Sayur Dengan Sistem Bioflok dan Hidroponik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Yayasan Tamiang Bali Mandiri melalui Agro Learning Center (ALC) bersinergi dengan Pemkot. Denpasar mendorong pertanian dengan sistem bioflog atau hidroponik. Kali ini dilaksanakan panen perdana ikan lele dan sayur hidroponik yang ditandai dengan pengambilan ikan lele dan sayur langsung oleh Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasa, A.A. Bayu Brahmasta didampingi Ketua HKTI Bali Prof. Ir. Nyoman Suparta Ketua Prodi MSP Univ Warmadewa, Dr. Ir. Dewa Nyoman Sudita dan Direktur ALC Nyoman Baskara yang dilaksanakan di Kebun Agro Learning Center, Jalan Cekomaria Gg. Raya No.5, Denut.pada Selasa (26/1).
Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan salah satu inovasi yang mengajak masyarakat untuk bercocok tanam di rumah dengan memanfaatkan lahan yang tersedia mengingat saat ini dalam situasi pandemi covid-19. Sehingga tentunya dapat mendorong masyarakat untuk mandiri dalam pengadaan bahan pangan sehari-hari.
Sementara Pendiri Agro Learning Center, Ir. I Nyoman Baskara, M.M saat diwawancara mengatakan, dari kegiatan ini pihaknya ingin menonjolkan visi dari agroming center yaitu menuju pertanian maju dan sejahtera. Melalui visi tersebut kita masuk ke dalam 5 misi. Dari misi tersebutlah kami membuat soft launching dengan tema Bali Menuju Mandiri Pangan. Kami sengaja untuk mengangkat tema ini dan mengundang para ahli dan pemerintah agar dapat bersinergi untuk menuju Bali mandiri pangan.
Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan panen ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Selain ikan lele, dilaksanakan juga panen beberapa jenis sayuran antara lain sayur Bayam, Pokcoi, Kangkung, dan Slada. Sayur yang dipanen saat ini merupakan sayur yang ditanam melalui media hidroponik. Setelah pelaksanaan panen dilanjutkan dengan testing aneka menu dari olahan sayur dan ikan lele tersebut yang dimasak oleh chef Gelan.
Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, A.A. Bayu Brahmasta mengatakan, bioflok ini merupakan program pemerintah dalam mendorong sistem pertanian untuk meningkatkan produksi ikan air tawar dengan mudah. Khusus untuk di Yayasan Tamiang Bali Mandiri ini akan lebih banyak ke pembelajaran.
“ Kami berharap dari beberapa inovasi yang dibuat ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk dapat menerapkannya di rumah masing masing. Terlebih dalam kondisi pandemi seperti sekarang sangat baik untuk menerapkan sistem bioflok atau bercocok tanam dengan hodroponik, selain tidak memerlukan lahan yang luas kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran belanja khususnya untuk kebutuhan dapur,” ujarnya.
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2508 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun