Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pasutri Belarusia Diusir dari Bali, Ini Pelanggarannya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Langgar aturan keimigrasian, pasangan suami istri atau pasutri asal Belarusia, Siarhei Bautrukevich (32) dan istrinya Volha Kobets dideportasi ke negaranya, Selasa (26/1/2021) malam.
Kedua pasutri yang dideportasi membawa kedua balitanya itu diberangkatkan melalui Bandar Udara Soekarno Hatta dengan pengawalan ketat pihak Imigrasi Bali.
Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali, Jamaruli Manihuruk, pasutri asal Belarusia itu dideportasi, pada Selasa (26/1/2021) sekitar pukul 21.40 WITA. Pengawasan keberangkatan dan pendeportasian ini dilaksanakan oleh Tim Inteldakim Kantor Imigrasi kelas II TPI Singaraja.
"Deportasi dilakukan melalui Bandar Udara Internasional Soekarno - Hatta dengan penerbangan Turkish Airlines TK-57 (Jakarta-Istanbul) dengan tujuan akhir Minsk, Belarusia," ungkap Jamaruli, Rabu (27/1/2021).
Dijelaskannya, kedua pasutri WNA asal Belarusia itu dideportasi berdasarkan pengaduan masyarakat disertai penyelidikan bahwa kedua pasutri itu terindikasi melanggar aturan keimigrasian.
Dimana pasutri itu diketahui telah memproduksi, mempromosikan serta memasarkan produk" natural seperti sabun, shampo, tooth powder di sekitar Amed, Karangasem. "Keduanya terbukti melanggar aturan keimigrasian," ungkap Jamaruli.
Sehingga kata Jamaruli, keduanya dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian Pendeportasian karena telah melakukan perbuatan pelanggaran keimigrasian sesuai dengan Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. "Jadi, keduanya kembali ke negaranya beserta kedua orang putra yang berusia 4 tahun dan 1 tahun," tutur Jamaruli.
Dilanjutkannya, pelaksanaan pengawasan keberangkatan terhadap yang bersangkutan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
"Diharapkan dengan adanya tindakan administratif keimigrasian ini dijadikan sebagai bentuk nyata penegakan hukum keimigrasian di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja," beber Jamaruli tegas.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2397 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun