Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Akun Facebook Jokowi Diserang Netizen Malaysia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar, Dave Laksono, turut memberikan tanggapan soal fenomena netizen Malaysia yang membanjiri kolom komentar unggahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin. Menurutnya, perlakuan netizen Malaysia salah alamat.
"Ya jelas lah salah alamat. Kan urusan dalam negeri," kata Dave saat dihubungi Suara.com, Sabtu (6/2/2021).
Dave mengatakan, seharusnya nada protes tersebut disampaikan melalui forum internal yang lebih resmi. Ia menyarankan pihak Indonesia tak perlu ambil pusing untuk ikut campur.
"Kita tidak perlu mencampuri hal tersebut. Tapi kan yang resmi menjabat sebagai kepala pemerintahan Malaysia kan Tan Sri, jadi dia lah yang kita akui," tuturnya.
Sebelumnya pertemuan antara PM Malaysia Yassin - Presiden Jokowi itu sejatinya membahas berbagai hal, termasuk isu kudeta serta kembalinya junta militer di Myanmar.
Potret pertemuan kedua petinggi negara itu salah satunya diunggah langsung oleh akun resmi Facebook Presiden Jokowi, Sabtu (6/2/2021).
Foto yang diunggah mengabadikan momen Presiden Jokowi mengenakan setelas jas bewarna biru. Sementara Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin yang memakai jas hitam, berdiri di sampingnya. Keduanya tampak berjalan menuju salah satu ruangan di Istana Merdeka.
"Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin berkunjung ke Indonesia hari ini. Dan sebagai negara serumpun yang bertetangga dekat, saya meyambut baik kedatangan PM Muhyiddin. Apalagi Malaysia salah satu mitra penting Indonesia di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, dan sosial budaya," tulis akun Jokowi seperti dikutip Suara.com.
Jokowi menyebut pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin membahas berbagai hal baik isu bilateral seperti perlindungan WNI di Malaysia sampai isu kawasan.
Dalam unggahan terpisah tetapi masih soal pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin, Jokowi mengatakan perkembangan politik di Myanmar tak luput dibahas.
"Kita berharap perbedaan politik yang terjadi di Myanmar dapat diselesaikan sesuai hukum yang berlaku. Seperti kata PM Muhyiddin, "kerusuhan politik di Myanmar dikhawatirkan dapat mempengaruhi perdamaian dan stabilitas di kawasan," ujar Jokowi.
"Kami meminta dua menteri luar negeri untuk berbicara dengan Chair ASEAN dan menjajaki dilakukannya pertemuan khusus menteri luar negeri ASEAN mengenai perkembangan Myanmar," lanjutnya.
Kedua unggahan Presiden Jokowi diserbu oleh berbagai komentar. Di antaranya dari warganet yang diduga berasal dari Malaysia.
Warganet negeri jiran tersebut bukan terfokus pada materi yang disampaikan Jokowi. Mereka malah ramai menyerbu dan mengkritik Perdana Menteri Yassin.
Menurut warganet negeri tetangga itu, PM Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin tidak bisa bekerja secara baik.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan