Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Respon Pandemi, Jokowi Terapkan Strategi Tri Sula
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Koordinator Staf Khusus Presiden, Dr. AA.GN Ari Dwipayana, menjadi pembicara kunci Seminar Nasional FA KMHDI, dalam rangka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dengan tema “Spirit Tat Twam Asi Dalam Mengatasi Pandemi Covid-19”, Sabtu 6 Februari 2021 melalui daring atau online.
Mengawali acara, Ari Dwipayana menekankan bagaimana pandemi atau gering agung Covid-19 menimbulkan bencana kemanusiaan, dimana perekonomian dunia terkontraksi sangat dalam, banyak usaha terhenti, PHK di berbagai sektor, bertambahnya pengangguran dan memperdalam angka kemiskinan.
Merespon dampak yang ditimbulkan pandemi covid-19, Ari menegaskan bahwa sejak awal, Presiden Jokowi menerapkan 3 strategi yang dijalankan secara simultan. Ari menyebutkan dengan “strategi Tri Sula", yaitu pengendalian penyebaran Covid-19 dan penanganan dampak kesehatan; program perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi.
Penanganan kesehatan menjadi prioritas utama Presiden Jokowi. Tapi penanganan dampak kesehatan tidak berdiri sendiri, karena dikerjakan bersamaan dengan penerapan jaring perlindungan sosial, dan pemulihan ekonomi.
Ditegaskan, saat ini kondisi ekonomi kita menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mulai membaik, hal ini menjadi hal positif bagi kita untuk bersama-sama menanggulangi pandemi Covid-19.
Selain itu Ari menegaskan bahwa partisipasi masyarakat kunci keberhasilan dalam penanganan pandemi Covid-19, baik dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, penanganan kasus Covid-19 berbasis RT/RW, dalam menekan laju kasus positif dengan strategi pembatasan berbasis lokal/mikro.
Juga dalam meningkatkan solidaritas sosial, seperti munculnya aksi-aksi masyarakat, di Jateng dengan Jogo Tonggo, di Jogya dengan gerakan chantelan, yang membuat masyarakat lebih peduli untuk saling tolong menolong antar sesama. Solidaritas juga bermunculan melalui banyak relawan kemanusian yang bekerja menerobos/lintas agama dan suku.
Sebagai wujud realisasi nilai-nilai Tat Twam Asi dalam menghadapi pandemic Covid, sikap melindungi diri penting dilakukan, karena dengan melindungi diri sendiri, kita berarti melindungi sesama. Dengan melakukan disiplin protokol kesehatan, kita menjaga diri sendiri dan orang lain untuk sama-sama sehat dan terhindar dari tertular Covid-19.
Konsep mapitulung atau membantu sesama, bergerak aktif membantu sesama dengan ikut memberikan bantuan sosial bagian dari internalisasi konsep Tat Twam Asi dalam kehidupan umat Hindu sehari-hari.
Terakhir, tokoh Puri Ubud ini menegaskan, pentingnya membeli dan menggunakan produk dalam negeri atau produk lokal untuk mendorong bergeraknya permintaan (demand) dan menghidupkan supply. Misalnya membeli produk pangan dari petani, sayur, buah-buahan dan lainnya, dan kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang susah dan membutuhkan, sehingga kita bisa bersama-sama keluar dari pandemi Covid-19 ini.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan