Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Indikasi Daging Babi Masuk Ilegal ke Bali, Peternak Resah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Para asosiasi yang tergabung dalam Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) Provinsi Bali khawatir adanya indikasi masuknya daging babi ilegal masuk Bali, terutama terkait virus African Swine Fever (ASF) atau biasa disebut Babi Afrika.
"Jika dilihat dari Pergub No.33 tahun 2005 juga telah jelas disebutkan," kata Ketua GUPBI Provinsi Bali, I Ketut Hari Suyasa, Sabtu (6/2) sore tadi di Denpasar.
Jika seandainya daging atau babi terjangkit virus ASF tentu bukan saja akan berbahaya bagi kelangsungan para perternak saja, melainkan ke seluruh stakeholders di Bali.
"Tidak kami peternak babi saja yang bisa terdampak jika hal tersebut terjadi di sini (Bali). Semuanya saya rasa bisa," sebutnya.
Selain itu, ada indikasi daging Babi didatangkan dari luar Bali akan mengakibatkan harga jauh dari harga pasar di Bali. Tentu hal tersebut akan merugikan para peternak yang sampai saat ini dalam keanggotaan GUPBI tercatat kurang lebih ada ribuan peternak yang tersebar di 9 Kabupaten di Bali.
"Harga per kilonya sangat jauh dengan disini (Bali) itukan sama saja akan merugikan kami juga," ucapnya.
Dengan adanya indikasi daging babi masuk ke Bali secara ilegal, dirinya memohon khususnya kepada Pemeritah terkait jika bisa melindungi melalui regulasi secara lebih tegak lagi. Khususnya regulasi berkaitan dengan pintu-pintu masuk ke Bali. Ia mengusulkan ke Pemerintah jika bisa membantu menambah stok atau restocking Babi ke para peternak babi di Bali.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman