Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kendalikan Bau Busuk, Sampah TPA Suwung Akan Disiram Eco Enzyme
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam upaya mengendalikan bau busuk sampah di kawasan Tempat Penampungan Akhir (TPA) Suwung maka tumpukan sampah akan disiram dengan eco enzyme (cairan hasil fermentasi dari limbah organik).
Gerakan Uji Coba Aplikasi Penyiraman eco enzyme menurut rencana akan dilakukan mulai 21 Februari 2021 hingga satu bulan. Rencana ini terungkap dalam penandatanganan kesepakatan kerjasama antara Komunitas Eco-Enzim Nusantara Provinsi Bali dengan Pascasarjana, Universitas Warmadewa pada Sabtu (20/2).
Ketua Panitia Gerakan Uji Coba Aplikasi Penyiraman eco enzyme, Dr. Ir. I Dewa Nyoman Sudita, M.P. mengatakan uji coba penyiraman eco enzyme bagi perguruan tinggi merupakan bagian dari pengabdian masyarakat, khususnya peran dalam pengendalian lingkungan. Secara akademik, perguruan tinggi juga dapat melakukan kajian ilmiah dalam bentuk penelitian.
“Kita sudah menyiapkan uji kualitas lindi, sampel awal sebelumnya sudah diambil dan nanti secara periodik. Survei juga sudah kita siapkan untuk mengetahui respon masyarakat di sekitar TPA Suwung mengenai dampak penyemprotan eco enzyme,” kata Pria yang juga merupakan Ketua Prodi Magister Sains Pertanian, Universitas Warmadewa.
Direktur Pascasarjana, Universitas Warmadewa Dr. Dra. A.A. Rai Sita Laksmi, M.Si menyatakan bahwa kesepakatan kerjasama yang terjalin dalam penyelesaian masalah lingkungan ini sangat sejalan dengan visi dan program Pascasarjana, Universitas Warmadewa. Dimana visi dan program pascasarjana adalah bermutu berwawasan ekowisata dan berdaya saing Global tahun 2034.
“Visi Warmadewa, khususnya Program Pascasarjana yakni berwawasan ekowisata. Jadi ada tiga komponen penting yaitu konservasi alam, memberdayakan masyarakat lokal dan meningkatkan kesadaran lingkungan hidup,” jelas Laksmi.
Menurut Koordinator Komunitas Eco-Enzim Nusantara Provinsi Bali, Jokoryanto, penggunaan eco enzyme pada dasarnya bukan hal yang baru di Indonesia. eco enzyme sudah masuk ke Indonesia sekitar 8 tahun yang lalu, tapi justru berkembangnya baru 1 tahun ini dan perkembangan awal dari Bali.
Jokoryanto mengakui berbagai kegiatan sosialisasi penggunaan eco enzyme selama ini murni merupakan kegiatan social. “Jadi kami memang menjalankan tanpa biaya sedikitpun dan memang murni apa yang kami lakukan ini social” ujar Jokoryanto.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan