Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Gejala Kanker Serviks Bisa Diawali dari Keputihan Yang Tidak Biasa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Keputihan memang hal yang umum terjadi pada perempuan, terutama di masa subur. Tapi, waspada bila mengalami keputihan yang tidak biasa. Misalnya, cairan keputihan dengan konsistensi yang tidak biasa, berbau tak sedap, disertai sensasi terbakar serta gatal di dalam dan sekitar area vagina. Keputihan yang tidak biasa itu bisa jadi gejala kanker serviks, lho.
Dokter spesialis ginekologi onkologi RS Kanker Dharmais Jakarta, Widyorini Lestari Hutami Hanafi Sp.OG(K), Onk, mengatakan bahwa gejala berupa keputihan tidak biasa tersebut akan terjadi bila penderita kanker setidaknya sudah memasuki stadium 1B.
"Gejala seperti keputihan itu biasanya sudah memasuki stadium yang sudah agak parah. Kemudian adanya pendarahan saat bersenggama atau di luar siklus haid," ujar Widyorini.
Dikatakan Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais dr. R. Soeko Werdi Nindito Daroekoesoemo, MARS, kanker serviks adalah kanker yang sangat sulit dideteksi pada stadium awal, karena memang tidak ada gejala yang terlihat dan keluhan apapun dari pasien.
Dan sebagian besar pasien kanker serviks tidak mengetahui bahwa pada akhirnya mereka mengidap penyakit tersebut, demikian dikatakan dr. Soeko dalam webinar bertajuk "Lindungi Diri dan Orang Terkasih dari Kanker Serviks" beberapa waktu lalu, dikutip dari Antara.
Keputihan yang tidak biasa, bisa jadi petunjuk bahwa telah terjadi anomali pada area leher rahim yang sudah terpapar human papilloma virus (HPV) sebagai penyebab kanker serviks.
Selain keputihan yang tidak biasa, perempuan juga harus waspada pada gejala lainnya, misalnya nyeri pada area pinggul yang menjalar hingga pergelangan kaki.
Terlebih jika nyeri pinggul sudah menjalar hingga kaki dan sulit buang air kecil, dr. Widyorini menyarankan Anda segera memeriksakan diri ke dokter.
Lebih lanjut dikatakan bahwa lesi prakanker serviks tidak bergejala, sehingga gejala-gejala seperti keputihan tidak biasa ini baru nampak ketika penderita sudah memasuki stadium lanjut.
Namun tentu saja perempuan sebaiknya tidak menunggu hingga gejala-gejala kanker serviks tersebut datang. Widyorini mengingatkan pentingnya melakukan pencegahan berupa vaksinasi HPV serta melakukan skrining berupa papsmear dan tes HPV DNA, tanpa menunggu munculnya gejala kanker serviks.
"Jangan datang ke dokter ketika sudah bergejala, tapi masih sehat pun juga harus skrining supaya ketika ditemukan lesi prakanker bisa langsung diterapi," jelas Widyorini.
Vaksinasi HPV dapat dilakukan sejak anak perempuan berusia 9 tahun. Sedangkan pap smear paling cepat dapat dilakukan setelah dimulainya hubungan intim untuk pertama kali. Pap smear sebaiknya dilakukan setiap satu tahun sekali, sedangkan tes HPV DNA dapat tiga tahun sekali kalau hasilnya negatif.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan