Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Geger Ditemukan Mayat Wanita Dalam Plastik, Kaki Diikat
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Mayat dalam plastik di Bogor bikin heboh warga Tanah Sareal. Mayat dalam plastik itu berjenis kelamin perempuan.
Mayat wanita dalam plastik itu ditemukan di pinggir Jalan Raya Cilebut, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (25/2/2021) pagi.
Mayat dalam plastik tersebut ditemukan dalam kondisi kedua kaki terikat di dalam trash bag. Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, mayat wanita tersebut berada dalam kondisi lengkap, tidak ada tanda-tanda mutilasi.
“Tidak ada mutilasi. Untuk kondisi mayat dalam kondisi lengkap. Tapi ada terikat di bagian kaki,” ujar Susatyo ketika ditemui di lokasi kejadian, Kamis (25/2/2021).
Diperkirakan, mayat wanita itu berusia sekitar belasan tahun dengan memakai kaos putih dan celana pendek.
Susatyo mengatakan, polisi tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta penyelidikan lebih lanjut. Apalagi, lanjutnya, belum diketahui pasti identitas dari mayat tersebut.
Saat ini, mayat itu dibawa polisi ke RS Bhayagkara Polresta Bogor Kota.
“Mayat perempuan usia sekitar belasan tahun, menggunakan celana pendek dan kaos putih. Saat ini kami masih melakukan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang saksi mata, Dedi, mengaku melihat bungkusan trash bag tersebut di depan toko material tempatnya bekerja, sekitar pukul 07.00 WIB.
Awalnya, Dedi mengira trash bag itu berisi sampah.
“Biasa tempat naro sampah, di samping itu ada sampah kan,” ujarnya.
Namun, ketika dicermati, Dedi melihat benda yang berada di dalam trash bag itu menyerupai tubuh manusia. Sehingga, dirinya melaporkan hal tersebut ke Ketua RT setempat tanpa melakukan hal apapun ke trash bag tersebut.
“Saya kirain sampah, tapi saya lihat kan postur tubuh. Saya kira mayat nih, lapor ke Pak RT. Saya enggak berani apa-apain,” tuturnya.
Selain itu, sebelum dia tiba di toko material untuk mengirim barang, Dedi tidak melihat ada orang lain yang berlalu lalang di lokasi.
Di lokasi tersebut juga tidak ada penjagaan khusus, termasuk tidak ada CCTV.
“Saya yang pertama buka gerbang. Tapi enggak lihat ada orang mondar-mandir,” ujarnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan