Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Murid SMA Tembak Guru Karena Tak Terima Ditegur
BERITABALI.COM, DUNIA.
4 murid SMA di India nekat menembak gurunya karena tak terima ditegur. Menyadur Out Look India Senin (08/03) korban adalah guru perdagangan yang bernama Sachin Tyagi.
Awalnya, Sachin menegur salah satu murid di luar jamnya mengajar karena bersikap buruk di lingkungan sekolah. Saat itu, ia akan pulang dengan sepeda motornya.
Rupanya, murid kelas 12 ini tak terima ditegur dan berniat balas dendam. Ia berencana memberikan sebuah 'pelajaran' berharga untuk sang guru.
Dibantu tiga temannya, ia lantas menembak guru itu hingga mengalami cedera. Sachin dilaporkan berhasil menyelamatkan diri.
Peristiwa ini terjadi hari Sabtu di Ghaziabad, di dekat sekolah swasta di koloni Sarawati Vihar sekitar pukul 13.30.
Aksi 4 Murid SMA itu terekam kamera CCTV sehingga polisi bisa melakukan identifikasi lebih lanjut.
Inspektur polisi Iraj Raja membenarkan bahwa murid tersebut ditegur oleh guru karena dia berperilaku tidak baik dengan siswa lain di kelas.
Polisi telah memanggil anggota keluarga siswa tersebut untuk diinterogasi. Ponsel mereka juga telah diawasi untuk mendukung penyelidikan.
Sachin Tyagi sudah mendaftarkan gugatan untuk melawan muridnya tersebut.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun