Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
PHDI Gianyar: Nyepi Terasa Percuma Kalau Tetap Pegang HP
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ketua PHDI Kabupaten Gianyar I Wayan Ardana mengapresiasi ketaatan masyarakat Gianyar serangkaian Nyepi Saka 1943 di masa pandemi. Seperti yang telah berlalu yakni pemelastian Ngubeng dengan pembatasan.
Namun demikian, pihaknya masih terus mengingatkan agar malam pangrupukan tidak ada pengarakan ogoh-ogoh. PHDI juga mengingatkan agar Catur Brata Penyepian diterapkan saat Nyepi pada Minggu (14/3) nanti.
Terkait layanan internet yang memungkinkan masih bisa diakses saat Nyepi, Wayan Ardana mengajak masyarakat untuk bijaksana.
"Dunia maya tidak bisa kita tutup. Kecuali kita yang menutup diri," ujarnya.
Mantan Sekwan DPRD Gianyar ini juga berharap umat Hindu di Gianyar sebisa mungkin menjauhkan alat komunikasi berupa HP. "Jauhkan HP. Agar tidak memancing niat menikmati hiburan. Jadi kita lah yang harus menutup diri. HP itu penggoda puasa, Nyepi akan terasa percuma kalau tetap pegang HP," ungkap pejabat asal Desa Melinggih, Payangan ini.
Wayan Ardana yang mulai menjabat sejak Desember 2020 ini berharap pergantian tahun saka bisa berjalan lancar. "Nyepi ini justru lebih hebat dari protokol kesehatan. Intinya bagaimana antisipasi pencegahan Covid. Melasti sudah taat dengan ngubeng, besok pengrupukan tidak ada ogoh-ogoh," jelas pria 63 tahun ini.
Termasuk pelaksanaan Tawur Agung Kesanga tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa hingga bebanjaran, diharapkan taat protokol kesehatan. "Tetap kendalikan diri," pintanya.
Terkait Catur Brata Penyepian, seperti diketahui yakni Amati Gni tidak berapi-api, Amati Lelanguan tidak menikmati hiburan, Amati Karya tidak bekerja dan Amati Lelungan tidak bepergian.
"Mari kita mengendalikan api dalam diri. Tidak bersenang-senang. Bagaimana momentum Nyepi itu benar-benar sipeng. Konsentrasi kita pada Tuhan. Hentikan kegiatan fisik, diam di rumah," ujarnya.
Paling utama jika bisa dilakukan yakni monobrata, tidak berbicara. "Paling utama puasa monobrata. Sangat bagus," terangnya.
Tak kalah penting saat Ngembak Gni, momentum melebur catur brata penyepian. "Saling kunjungi keluarga tetap dengan prokes. Atau hematnya saat ini bisa lewat teknologi. Karena Pemerintah juga tidak lakukan dharma santi," imbuhnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan