Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Usai Minum Tuak, Seorang Pria Perkosa Gadis di Kedai Kosong
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang pelaku dugaan pemerkosaan diringkus jajaran Polres Kota Pariaman, Sumatera Barat. Tersangka berinsial YDF (45) mengaku memperkosa gadis berusia 19 tahun usai meminum tuak.
Informasinya, aksi bejat itu dilakukan tersangka YDF di sebuah kedai kosong dekat gerbang penangkaran Penyu di kawasan Desa Apar, Pantai Pariaman pada Sabtu (13/2/2021) malam.
Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Elvis Susilo mengatakan, pemerkosaan terjadi saat korban hendak pulang ke rumahnya.
Lantas, sesampai dekat lokasi kejadian, korban dipanggil tersangka YDF dan membawanya ke sebuah kedai kosong.
"Sampai di kedai kosong itu, pelaku mengajak korban untuk bersetubuh. Korban menolak," katanya, dikutip dari Klikpositif.com - jaringan Suara.com.
Mendapat penolakan, tersangka langsung menyekap mulut dan melumpuhkan perlawanan tangan korban.
"Saat itulah korban diperkosa. Setelah kejadian, korban didampingi keluarganya langsung melaporkan kasus itu," kata AKP Elvis.
Setelah laporan diterima, polisi melacak keberadaan pelaku. Petugas pun mencium keberadaanya di rumah istrinya di kawasan Ulakan, Tapakis.
"Pelaku mengakui perbuatannya dan menjalani proses hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," terangnya.
Kepada polisi, tersangka mengaku usai meminum tuak. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 285 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan