Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Program Prakerja dan BSU Terkendala Pendataan Online
BERITABALI.COM, NTB.
Salah satu penyebab masih rendahnya pengikut program prakerja dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), karena masih kesulitan pendataan secara online. Termasuk kendala fasilitas dan prasarana.
"Kendala kami masih minim masyarakat yang memahami dan ramah IT di desa-desa. Kami berharap ada upaya offline bagi masyarakat yang belum ramah IT," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, dalam dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Kamis (18/3).
Minimnya pemahaman dan persoalan fasilitas seperti jaringan yang tidak mendukung dan peralatan komputer atau gadget untuk mengakses secara online program Kartu Prakerja dan BSU, disampaikan juga oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs Lalu Gita Ariadi. Bahwa untuk BSU' hanya pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan saja yang dapat. Padahal masih banyak pekerja yang belum terdata.
"Ini harus menjadi atensi pemerintah pusat. Semoga kendala ini dapat disampaikan oleh Komisi IX kepada pemerintah," kata Sekda Lalu Gita Ariadi, saat menerima kunjungan kerja rombongan Komisi IX DPR RI ini.
Sekda Lalu Gita Ariadi juga menyampaikan, kondisi Pekerja Migran Indonesia (PM) di NTB. Akibat pandemi selama setahun, banyak PMI NTB mengalami pemutusan kerja Termasuk juga pekerja yang sudah memenuhi syarat untuk bekerja di luar negeri, terpaksa ditunda keberangkatannya.
Kedatangan Komisi IX DPR RI ke NTB adalah dalam rangka monitoring dan evaluasi program Bantuan Subsidi Upah (BSU) dan Kartu Prakerja. Komisi IX DPR RI melaksanakan kunjungan kerja spesifik untuk mendengar langsung permasalahan dan hambatan dari program yang digulirkan pemerintah pusat tersebut di Provinsi NTB.
Ansory Siregar, selaku Ketua Tim kunjungan kerja ini mengungkapkan, bahwa terdapat tiga provinsi yang menjadi konsen Komisi IX dalam kunjungan kerja ini, yaitu Jawa Barat, Bengkulu dan NTB. Secara spesifik ia menjelaskan bahwa pemerintah ingin mengetahui sejauh mana program pemulihan yang dilaksanakan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan BPJS Ketenagakerjaan dalam melaksanakan upaya pemulihan ekonomi akibat Covid-19.
"Termasuk informasi capaian dan sejauh mana pelaksanaan dan penanganan program ini dan penanggulangan PMI di NTB," kata Wakil ketua Komisi IX DPR RI ini.
Ansory Siregar menjelaskan, awal tahun 2020 kartu prakerja dimulai dengan anggaran sebesar Rp10 triliun, kemudian ditambah lagi sebesar Rp10 triliun, sehingga total menjadi Rp 20 triliun. Sedangkan untuk BSU sebesar Rp 30 triliun.
"Harapannya anggaran ini tersalurkan dengan baik kepada masyarakat. Sehingga masyarakat yang terdampak Covid dapat menikmati anggaran ini demi memenuhi kebutuhan dan kesejahteraanya ditengah wabah Covid," terangnya.
Mengenai permasalahan pendataan kartu prakerja, Ansory Siregar melanjutkan, harus ada prakerja yang offline untuk masyarakat yang tidak dapat mengakses secara online. Begitupun pekerja yang tidak masuk di BPJS ketenagakerjaan, harus dibuatkan strategi dan kebijakan lain.
Terhadap hal ini, ia menegaskan agar Kemententerian Tenaga Kerja memberikan data prakerja dan BSU yang terdata online kepada daerah. Agar dapat disinergikan dan diinventarisir data masyarakat yang telah ikut program ini.
"Pokoknya aspirasi dan masukan dari pertemuan ini akan kami bawa ke sidang DPR untuk diperbaiki dan disempurnakan penyalurannya," tegas Ansory.
Kegiatan ini dikuti juga oleh Dirjen Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Kepala BPJS NTB, BLK Lotim, dan Dewan Pengawas Keternagakerjaan.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan