Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Disangka Gajah Mina, Identitas Monster Laut Akhirnya Terkuak
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Warga dihebohkan dengan penemuan monster laut mirip gajah sepanjang 12 meter yang ditemukan mengambang di perairan Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau (Kepri).
Warga setempat menduga monster laut itu mirip hewan legenda, Gajah Mina.
Terkait itu, peneliti mamalia laut di Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), Sekar Mira merespons penemuan bangkai mamalia laut tersebut.
Menurut LIPI, yang disebut warga monster laut itu merupakan seekor paus berjenis baleen (mysticety) yang memiliki rahang bawah terpisah dan berbentuk dua bagian menyerupai gading pada gajah.
"Kalau gajah punya gading, tetapi yang ada di paus ini sebenarnya rahang bawah. Cuman rahang bawah itu tidak tersambung jadi berbentuk dua bagian seperti dua gading, kanan sama kiri sama seperti gading pada gajah," ujar Mira dikutip dari Batamnews.co.id--jaringan Suara.com, Senin (22/3/2021).
Lebih lanjut, Mira mengatakan sebagian masyarakat di Indonesia memiliki beberapa mitos gajah yang dapat berenang di laut, atau disebut gajah mina. Hal ini menurutnya bentuk ketidaktahuan masyarakat akan biota laut di Indonesia.
"Mungkin kita belum terlalu mengenal laut kita sehingga ketika ada yang terdampar kemudian dia lihat mungkin bentuknya besar dan seperti gading. Gading kan indentik dengan gajah, masyarakat lebih mengenal gajah jadi itu identik dengan gajah mina yang ada di di mitologi kita yang merupakan gajah yang bisa berenang di laut," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa paus baleen merupakan jenis paus yang tidak memiliki gigi pada bagian rahang bawahnya. Namun paus tersebut memiliki saringan pada mulutnya yang menyerupai sapu ijuk.
Saringan itu, kata dia berfungsi untuk menyaring plankton di air yang menjadi sasaran makanan bagi paus tersebut.
Mira menjelaskan paus tersebut kerap ditemui di Indonesia, karena paus baleen hidup di habitat laut dalam.
Terlebih paus baleen ditemukan itu berada di perairan Natuna yang berseberangan dengan laut dalam.
Selain itu, Mira menilai perairan di Indonesia masih banyak ditemui jalur migrasi ikan paus, jadi merupakan hal yang wajar ketika mendapati ikan paus terdampar.
"Sebenarnya paus baleen wajar ditemui di laut dalam kita, karena di kita (Indonesia) masih banyak ditemui jalur migrasi banyak paus," ujarnya.
Mira berharap temuan paus baleen yang diduga Gajah Mina itu dapat diawetkan. Kemudian rangka pada paus tersebut dapat disusun kembali agar masyarakat mengetahui bahwa paus itu merupakan jenis dari paus baleen.
Dilansir dari berbagai sumber, dalam kepercayaan warga setempat Gajah Mina adalah perpaduan antara hewan gajah dan ikan. Dalam kepercayaan Hindu, hal tersebut termaktub dalam lontar Yama Tattwa dipakai oleh Wangsa Wesia sebagai petulangan dalam upacara ngaben.
Gajah mina merupakan salah satu dari 7 mahluk mitologi dalam kepercayaan Hindu yang juga disebut makara. Hewan ini disebut memiliki ukuran yang cukup besar hingga seukuran paus dewasa. Ia memiliki belalai layaknya gajah, sedikit bulu di tubuhnya sepasang gading dan telinga yang lebar pada beberapa jenisnya.
Gajah Mina menjadi simbol dari kekuatan dari Raja Lautan, yakni Dewa Baruna. Gajah Mina juga dikaitkan dengan kisah penyelamatan dunia oleh Matsya, yang merupakan Avatara Wisnu yang berwujud Ikan Berkepala Gajah.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan