Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Indonesia Masuk 10 Besar Negara dengan Vaksinasi Terbanyak
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Juru bicara pemerintah dr. Reisa Broto Asmoro menyampaikan bahwa Indonesia termasuk dalam 10 besar negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak di dunia.
"Per tanggal 24 Maret 2021, data menunjukkan bahwa Indonesia berada di 10 besar negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak," ujar Reisa saat memberikan keterangan pers virtual di Jakarta, Jumat (26/3/2021).
Reisa mengatakan, progres Indonesia dalam menjalankan program vaksinasi bagi masyarakat itu merupakan satu hal yang patut dibanggakan.
"Dari lebih 200 negara di dunia, Indonesia adalah satu dari beberapa negara yang sudah memulai program vaksinasi yang masif," sambungnya.
Reisa pun mengatakan, penting bagi masyarakat penerima vaksin untuk berterima kasih kepada semua pihak yang sudah berjuang untuk memastikan masyarakat sehat dan aman dari COVID-19. Cara berterima kasih itu menurutnya, antara lain dapat dilakukan dengan kesiapan menerima vaksin.
Menurut Reisa lagi, semua pihak mempunyai kewajiban mengingatkan atau mengedukasi mereka-mereka yang tengah mendapat giliran vaksinasi, salah satunya kelompok lanjut usia. Dikatakan, jumlah lansia yang akan divaksin seluruhnya sekitar 21 juta orang, namun masih banyak di antara mereka yang belum mendapatkan haknya.
"Ini tentunya merupakan kewajiban kita yang mungkin usianya lebih muda, terlebih anak dan cucu, untuk dapat memberikan informasi mengenai tempat, jadwal, maupun cara pendaftaran dan syarat siap untuk divaksin," kata dia.
Syarat yang paling umum untuk lansia adalah harus dapat membuktikan usia di atas 60 tahun dengan menunjukkan KTP yang sesuai dengan wilayah sentra vaksinasi, serta membawa bukti pendaftaran atau voucher dan hadir tepat waktu sesuai jadwal.
"Bagi lansia yang berobat rutin untuk penyakit kronis, bawalah surat rekomendasi vaksin dari dokter spesialis," jelasnya.
Reisa pun menekankan bahwa persyaratan kesehatan itu bukannya untuk menyulitkan, akan tetapi demi memastikan semua prosedur kesehatan dipenuhi.
"Vaksinasi adalah untuk meningkatkan ketahanan tubuh kita terhadap virus penyebab Covid-19, jadi yang harus terjadi adalah peningkatan tingkat kesehatan, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, rekomendasi dokter yang merawat lansia diperlukan untuk melancarkan proses vaksinasi dan memastikan dampak maksimal imunitas tubuh dapat dinikmati oleh lansia tersebut," ujarnya.
Reisa Broto Asmoro kemudian mengajak masyarakat membantu memastikan lansia mendapatkan hak vaksinasi dengan tiga langkah mudah. Langkah tersebut yaitu memberikan informasi yang tepat dan terkini, membantu mendaftarkan ke fasilitas kesehatan atau sentra vaksinasi, serta mendampingi dan membantu para lansia merasa nyaman ketika mengikuti proses vaksinasi.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin disebut juga siap membuka peluang melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi anak muda, dengan syarat wajib membawa beberapa lansia untuk ikut divaksin. Upaya ini adalah dalam rangka mempercepat program vaksinasi bagi lansia.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan