Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
20 Orang Korban Luka Akibat Serangan Bom Bunuh Diri Makassar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Polisi menyatakan dua penyerang yang diyakini merupakan anggota jaringan militan yang setia kepada ISIS meledakkan diri di luar Gereja Katedral Makassar di tengah Misa Minggu Palma, melukai sedikitnya 20 orang.
Dikutip dari voaindonesia,.com, Wilhelmus Tulak, pastor di Gereja Katedral Hati Yesus Maha Kudus di Makassar, mengatakan dia baru saja selesai memperingati Misa Minggu Palma saat sebuah ledakan besar mengejutkan para jemaatnya. Dia mengatakan ledakan itu terjadi sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat ketika jemaat kelompok pertama sedang keluar gereja, dan kelompok kedua hendak masuk.
Dia mengatakan para petugas keamanan di gereja itu mencurigai dua laki-laki pengendara motor yang ingin memasuki kompleks itu. Dan ketika para petugas menghampiri keduanya, salah seorang diantaranya meledakkan bom.
Polisi kemudian mengatakan kedua penyerang itu tewas di tempat. Dan bukti yang dikumpulkan di tempat kejadian mengindikasikan bahwa salah seorang dari kedua pelaku itu adalah perempuan. Korban luka termasuk empat satpam dan beberapa jemaat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan kepada para wartawan ketika mengunjungi TKP pada Minggu malam (28/3) bahwa kedua pelakunya diyakini merupakan anggota kelompok militan Jemaah Anshorut Daulah (JAD). Kelompok itu menyatakan sumpah setia kepada ISIS dan bertanggung jawab atas pemboman mematikan di beberapa gereja Indonesia pada 2018.
Dia mengatakan salah seorang penyerangnya diyakini berkaitan dengan pemboman gereja di Filipina.
Serangan yang terjadi seminggu sebelum Paskah di negara dengan populasi Muslim terbanyak di dunia itu terjadi ketika negara itu sedang waspada tinggi menyusul penangkapan pemimpin kelompok militan Asia Tenggara, Jemaah Islamiyah (JI), pada Desember lalu. JI dianggap sebagai kelompok teroris oleh banyak negara.
Indonesia telah berjuang melawan militan sejak pemboman di pulau Bali pada 2002 yang menewaskan 202 orang, kebanyakan turis asing. Berbagai serangan yang tadinya lebih banyak menarget orang asing, beberapa tahun terakhir mulai bergeser menjadi serangan lebih kecil, yang menarget pemerintah, polisi, pasukan anti-terorisme dan orang-orang yang disebut "kafir" oleh militan.
Polisi telah mengidentifikasi salah seorang penyerangnya dengan inisial L. Mereka meyakini L terkait dengan serangan bom bunuh diri tahun 2019 yang menewaskan 23 orang di Gereja Katolik Maria Gunung Karmel di provinsi Sulu, kata Listyo.
Dia mengatakan kedua pelaku terkait dengan sebuah kelompok terduga militan yang ditangkap di Makassar pada 6 Januari, ketika polisi kontraterorisme menembak mati dua tersangka militan dan menangkap 19 lainnya. Para anggota satuan kontraterorisme itu sedianya akan menangkap kedua laki-laki yang kemudian tewas itu atas dugaan peran mereka dalam pemboman bunuh diri di Filipina.
Dia mengatakan pada Minggu (28/3) polisi menangkap empat tersangka militan yang diyakini terkait dengan kedua pelaku itu dalam sebuah penyerbuan di Bima, pulau Sumbawa di provinsi Nusa Tenggara Timur.
"Kami masih memburu para anggota lain kelompok itu dan saya telah memerintahkan Densus 88 untuk memburu pergerakan mereka," kata Listyo.
Serangan besar sebelumnya di Indonesia terjadi pada Mei 2018, ketika dua keluarga melancarkan serangkaian serangan bom bunuh diri di beberapa gereja di Surabaya. Peristiwa itu menewaskan belasan orang termasuk dua anak perempuan yang dilibatkan oleh orangtua mereka dalam salah satu serangan. Polisi mengatakan ayahnya adalah pemimpin afiliasi lokal Jemaah Anshorut Daulah (JAD).
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2602 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2258 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan