Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Benda Mencurigakan Ditemukan di Gereja
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Benda mencurigakan ditemukan di Halte Melawai, tepatnya di depan Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Effatha. Tim Gegana dan Inafis Polres Metro Jakarta Selatan lalu mengecek benda tersebut.
Berdasarkan laporan dari Antara di GPIB Effatha di Jalan Melawai Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tim Gegana tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Beberapa menit sebelumnya juga tiba tim Inafis.
Polisi kemudian memasang garis polisi di depan gereja hingga perempatan Jalan Melawai Raya. Sejumlah polisi dilengkapi senjata laras panjang juga disiagakan di sekitar lokasi.
Sebelumnya, satu buah majalah dengan sampul tulisan bernada provokatif ditemukan tergeletak di Halte Melawai, Jakarta Selatan, Jumat petang.
"Ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB," kata petugas keamanan Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Effatha, Jakarta Selatan, Yonson Batuk di lokasi.
Menurut dia, majalah berbentuk buku tebal itu pertama kali ditemukan oleh temannya ketika akan keluar membeli makanan.
Petugas keamanan gereja setempat kemudian melaporkan kepada Polres Metro Jakarta Selatan. Majalah bergambar sampul mata dengan warna merah dan hitam itu diketahui terbitan 28 November 2002.
Saat ini, Polres Metro Jakarta Selatan sedang melakukan penyelidikan. Ketika majalah itu ditemukan, sedang tidak ada ibadah di dalam gereja karena dilaksanakan secara daring.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan