Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ayah Dewa Agung Krisna Baru Menyadari Pertanda Ini Sebelum Anaknya Meninggal
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Berselang beberapa hari meninggal anaknya di sekolah, sang ayah, Dewa Artana baru menyadari sejumlah pertanda kepergian almarhum.
Pertanda yang pertama, kata dia, sebelum kejadian, Dewa Agung Krisna Juli Artawan sempat meminta ayahnya agar memetik bunga cempaka putih yang tumbuh di halaman rumah.
“Minta bunga cempaka, tumben minta. Dipakai muspa di Merajan. Tetap setiap kali berangkat sekolah pasti sembahyang dulu di Merajan, tapi ini tumben minta bunga cempaka,” kenang bapak dua anak ini.
Selain orang tua, Dewa Krisna meninggalkan seorang adik laki-laki yang juga bersekolah di SMPN 1 Ubud. “Selisih dua tahun, adiknya baru kelas I SMP,” imbuh Dewa Artana.
Kepada orang tua, almarhum sebelum meninggal juga sempat spontan meminta agar menjaga adiknya ini dengan baik. “Pas jalan ke sekolah. Tyang diminta baik-baik jaga adik. Melang runguang adik e, Ode ten yang penting adik e. Mungkin itu sudah pertanda tapi tyang tidak menyadari,” ungkapnya.
Sebelumnya, Polisi menyarankan otopsi untuk mengetahui kepastian penyebab meninggalnya Dewa Agung Krisna yang merupakan siswa SMP Negeri 1 Ubud ini di sekolah saat bersiap belajar tatap muka.
Namun keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. “Bagaimana pun dia sudah pergi, kalaupun otopsi ada hasil. Akan banyak muncul hal negatif yang tidak tyang inginkan, lebih baik tyang ikhlaskan,” ucap Dewa Artana.
Jasad almarhum saat ini sudah disemayamkan di rumah duka. Rencana pemakaman dilakukan pada Sukra Pon Julungwangi, Jumat (2/4) sekitar pukul 18.00 WITA di Setra Adat Pejeng Kawan. “Mependem,” imbuh Dewa Artana.
Meninggalnya almarhum di usia muda membuat keluarga besarnya di Banjar Dukuh Griya, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring berduka. Apalagi semasa hidup, Dewa Agung Krisna dikenal ramah, sopan, mudah bergaul dan aktif berkesenian.
“Dode suka megambel, sejak kelas II SD sudah belajar ngerindik,” jelas Dewa Artana.
Anaknya juga tercatat sebagai anggota Sanggar Gita Semara Peliatan Ubud. Bersama sanggar ini, Dewa Krisna sempat mekendang menyambut kedatangan Presiden Jokowi pada acara IMF di Nusa Dua.
Dalam keseharian, Dewa Krisna juga pandai bergaul gemar mengajari adik dan teman-temannya megambel.
“Sering timpalne muruk meriki. Memang seneng megambel sejak kecil. Selonding, napi je,” ujar suami dari Anak Agung Rai Sasih ini.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan