Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Viral Pertunjukan Jaran Kepang Dibubarkan Ormas, Warga Diludahi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pertunjukan seni Jaran Kepang di Medan, Sumatera Utara dibubarkan oleh sekelompok orang yang mengaku dari organisasi masyarakat (ormas) Islam.
Bahkan, salah satu anggota ormas yang mengenakan seragam bertuliskan 'Laskar Khusus Umat Islam FUI DPD Medan' itu juga sempat meludahi seorang warga yang menolak pertunjukan tersebut dibubarkan.
Momen pembubaran paksa pertunjukan seni yang dituding musyrik itu viral di media sosial. Video tersebut dibagikan oleh akun YouTube Tsc.
Dalam video itu, tampak sejumlah anggota ormas berseragam warna hitam itu mendatangi kerumunan warga dan langsung membubarkan pertunjukan.
Para anggota ormas itu tampak mengangkat beberapa properti seperti wayang kuda yang digunakan untuk pertunjukan.
"Setan yang kalian puja-puja itu, kesyirikan disebar ke mana-mana. Syirik itu, bubar!" teriak salah seorang anggota seperti dikutip Beritahits.id, Rabu (7/4/2021).
Salah seorang warga tak terima jika ormas tersebut membubarkan pertunjukan seni rakyat itu.
"Itu cuma untuk hiburan, aku warga sini," kata salah seorang warga perempuan.
Namun, aksi protes warga tersebut justru ditanggapi arogan oleh anggota ormas.
Salah seorang anggota ormas langsung mendekati warga itu dan meludahinya.
Sontak sejumlah warga yang melihat kejadian tersebut ikut bereaksi tak terima diludahi.
Akhirnya kericuhan pun tak dapat dihindari. Warga dan anggota ormas tersebut terlibat adu mulut.
Aksi ormas membubarkan paksa pertunjukan seni hingga meludahi warga itu viral di media sosial.
Banyak warganet mengecam aksi ormas yang dinilai telah berlebihan bahkan meludahi warga.
"Itu adat budaya Indonesia yang diakui di dunia, yang bilang musyrik sesungguhnya dialah yang musyirk sendiri," kata Yuyut Oppojoy.
"Saya sebagai pegiat seni Jaranan Malang Raya sangat emosi lihat video ini!" ungkap Wahyoe Marta. "Tujuan kesenian jaran melestarikan budaya bukan berarti menyembah setan," tutur Riki Irawan.
"Apa wewenang ormas bubarkan kesenian tersebut," ujar Budi Buluk.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan