Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Seorang Guru SD Minum Alkohol Saat mengajar di Kelas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang guru SD di Prefektur Okinawa, Jepang dihukum potong gaji selama 3 bulan karena ketahuan minum alkohol di kelas. Menyadur Japan Today Kamis (22/04), sekolah di Jepang terkenal dengan disiplin tinggi, salah satunya dilarang minum selama jam pelajaran.
Bukan hanya berlaku untuk siswa, hal yang sama juga harus diterapkan oleh guru, mengingat mereka harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak.
Sayangnya, ada seorang guru senior yang justru melanggar aturan ini ketika mengajar di kelas. Bukan hanya minuman biasa, guru ini ternyata menyesap 'chu-hai', salah satu minuman keras populer di Jepang.
Chu-hai atau yang kerap diterjemahkan sebagai 'Chu-hi' adalah gabungan shochu, minuman keras suling dengan air berkarbonasi rasa jus buah. Dalam satu kalengnya, 'Chu-hi' bisa mengandung alkohol sebanyak 12 persen.
Sementara itu, guru 51 tahun ini dilaporkan sudah dua kali minum alkohol, pertama pada 22 dan yang kedua tanggal 26 Februari, saat para siswa mengerjakan tugas individu.
Seorang siswa di kelas ada yang mengenali kaleng minuman keras tersebut dan melaporkannya pada guru lain pada tanggal 26 Februari. Pada staf, guru itu mengaku minum alkohol di kelas dan mengungkapkan penyesalannya.
Ia mengatakan "meminumnya secara spontan".
Dewan Pendidikan Prefektur Okinawa mengatakan bahwa guru itu telah didisiplinkan dengan pengurangan gaji sepuluh persen selama tiga bulan, sesuai dengan Undang-Undang Pelayanan Publik Lokal.
Kepala dewan pendidikan prefektur meminta maaf atas tindakan guru tersebut. Ia mengatakan itu adalah perilaku yang tidak benar bagi seorang pegawai negeri dalam sistem pendidikan.
Dia juga mengatakan dewan akan berusaha untuk memulihkan kepercayaan dan mencegah terulangnya kejadian yang sama dengan memperketat tindakan disipliner untuk sta.
Memulihkan kepercayaan seharusnya menjadi prioritas utama bagi dewan pendidikan di seluruh Jepang saat ini, mengingat guru sekolah dasar lain di Jepang baru-baru ini didisiplinkan karena menyembunyikan sepatu siswa dan menulis kata "mati" di barang-barang mereka.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5885 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2585 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan