Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
KRI Nanggala-402 Hilang, Pentagon AS Kirim Armada Udara Bantu Pencarian
beritabali.com/ist/suara.com/KRI Nanggala-402 Hilang, Pentagon AS Kirim Armada Udara Bantu Pencarian
BERITABALI.COM, DUNIA.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengungkapkan keprihatinan atas tragedi hilangnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali, Rabu (21/4) pekan ini.
Pentagon berjanji mengirimkan armada udara untuk membantu pencarian kapal selam tersebut.
"Kami sangat sedih atas berita kapal selam Indonesia yang hilang, dan pikiran kami tertuju pada para pelaut Indonesia dan keluarganya," kata juru bicara Pentagon John Kirby dalam sebuah pernyataan Kamis malam, disadur dari Bussines Insider Jumat (23/4/2021).
"Atas undangan pemerintah Indonesia, kami mengirimkan aset udara kami untuk membantu pencarian kapal selam yang hilang tersebut."
John Kirby menambahkan, Menteri Pertahanan Lloyd Austin berencana bertemu pemerintah Indonesia pada Jumat (23/4) hari ini.
"Pertemuan itu untuk membahas bagaimana Amerika Serikat dapat membantu."
KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang saat latihan penembakan terpedo. Dalam kapal tersebut, terdapat 53 personel TNI AL. Kapal selam buatan Jerman tersebut hilang di sekitar pulau Bali.
Angkatan Laut Indonesia meyakini kapal selam seberat 1.400 ton itu mungkin berada di kedalaman sekitar 2.000 kaki.
Bryan Clark, mantan perwira kapal selam Angkatan Laut AS dan pakar pertahanan di Institut Hudson, mengatakan kepada Bussines Insider bahwa "jika kapal selam diesel kecil seperti milik Indonesia di kedalaman 2.000 kaki, itu tidak mungkin bertahan."
Sebabnya, kata Bryan Clark, kapal itu berada di ke dalaman melebihi kapasitas maksimum.
Pencarian kapal selam tersebut berpacu dengan waktu, mengingat stok oksigennya hanya sampai Sabtu (24/4) dini hari nanti.
AS bukan satu-satunya negara yang menawarkan bantuan. Singapura dan Australia telah mengirimkan bantuan.
Menyusul kemudian Prancis, Jerman, Rusia, Turki, Korea Selatan, dan India juga menawarkan bantuan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan